Manajemen Pakan Ikan

Maret 8, 2011 pukul 12:45 pm | Ditulis dalam AQUACULTURE | Tinggalkan komentar

ASPEK NUTRISI PAKAN IKAN

OLEH :

AKHMAD RIVA’I, S.Pi. (BBAT MANDIANGIN KALSEL)

I. PENDAHULUAN

Usaha budidaya ikan yang semakin intensif menuntut ketersediaan makanan dalam jumlah yang cukup, tepat waktu, berkesinambungan. Oleh karena itu masalah pengadaan pakan perlu ditangani sungguh-sungguh, sebab jika tidak tejadi keseimbangan dengan usaha intensifikasi yang semakin meningkat maka akan mempengaruhi laju produksinya.

Pada usaha ikan secara tradisional (teknologi sederhana) pengadaan pakan dititik beratkan pada pakan alami, namun pada usaha budidaya intensif (teknologi maju) pertumbuhan pakan alami akan terkendala sebab dalam tempat yang tersedia dengan kepadatan ikan yang tinggi seolah-olah tidak ada lagi ruang untuk tumbuhnya pakan alami, bahkan apabila pemeliharaan dilakukan di karamba atau jala apung.

Keberhasilan didalam usaha budidaya sangat tergantung pada ketersediaan pakan alami dan pakan buatan yang bergizi dan dalam jumlah yang mencukupi. Benih yang berkualitas tidak hanya berasal dari turunan yang baik, namun juga dapat ditentukan dari kesehatan induk dan pakan yang diberikan kepada induk karena pakan yang diberikan kepada induk akan diakumulasikan dalam telur sebagai cadangan energi pada saat perkembangan stadium awal.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pakan tambahan atau pakan buatan. Pakan tambahan adalah pakan yang diberikan dalam bentuk aslinya yang secara langsung dimakan oleh ikan. Secara umum dapat dibedakan beberapa pakan tambahan yairu makanan hijau, biji-bijian, makanan hewan dan sisa-sisa produksi.

Jika kita hanya mengandalkan pakan tambahan saja masih dapat ditemui masalah, misalnya kandungan gizinya yang rendah, sukar dicerna, tidak sesuai dengan selera ikan, tidak dapat disimpan lama dan tidak tersedia setiap saat untuk diperlukan, maka kita perlu menyediakan pakan buatan. Sedangkan pakan buatan sendiri dapat diartikan Makanan untuk ikan yang diramu dari berbagai macam bahan yang diolah menjadi bentuk khusus dengan kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan ikan yang dibudidayakan.

Pakan buatan mengandung unsur dari berbagai macam bahan, sehingga nilai gizinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan demikian pula dengan kecernaannya dan atraktannya sehingga dapat diterima oleh ikan. Selain itu juga pakan buatan dapat disimpan dalam jumlah yang banyak dan dalam jangka waktu lama, dengan demikian akan menjamin ketersediaannya pada saat diperlukan.

Untuk kepentingan tersebut maka diperlukan pengetahuan untuk mengetahui kebutuhan nutrisi ikan yang dipelihara sehingga dapat menyediakan pakan untuk ikan sesuai kebutuhan nutrisinya dan juga sesuai dengan tahapan hidupnya.

II. KEBIASAAN MAKAN IKAN

            Pengetahuan mengenai jenis-jenis makanan ikan sangat penting karena dengan pengetahuan ini dapat dibuat makanan yang sesuai dengan sifat alami ikan bersangkutan. Pemahamana pengetahuan feeding habits ini memiliki arti penting untuk memberikan makanan yang cocok dan disukai ikan sehingga makanan tersebut dapat termakan.

  1. A.   Makanan Nabati

Makanan nabati adalah makanan yang berupa bahan tumbuh-tumbuhan berukuran besar yang mudah dilihat secara kasat mata. Ikan yang makanannya berupa bahan-bahan nabati ini disebut ikan herbivora atau ikan vegetaris.

Beberapa contoh makanan nabato antara lain adalah ganggang benang atau alga filamen. Beberapa contoh jenis-jenis ikan herbivor antara lain ikan tawesx, nilem, jelawat, sepat siam, bandeng, gurami dan baronang.

Ikan herbivora pada umumnya mudah menerima makanan tambahan maupun makanan buatan. Beberapa makanan tambahan yang diberikan misalnya dedak halus, bungkil kelapa, bungkil kacang dan sisa-sisa sayuran. Pemebrian makanan buatan sebaiknya dicampur dengan bahan hijauan seperti tepung daun turi, tepung daun lamtoro, tepung daun singkong dll.

B.  Makanan Hewani

          Makanan hewani adalah makanan yang berasal dari bagianp-bagian hewan makroskopik atau makanan yang berdaging. Ikan-ikan yang makan bahan hewani disebut ikan karnivora atau ikan pemakan daging. Daging yang diberikan dapat berupa bangkai maupun hewan hidup yang berukuran kecil.

          Beberapa contoh ikan karnivora yaitu ikan gabus, ikan betutu, ikan sidat, ikan arwana, ikan kakap putih, ikan kerapu dll.

          Ikan-ikan karnivora pada umumny agak sulit menerima makanan tambahn terutama pakan buatan. Jenis ikan ini pada umumnya menyukai makanan berupa cincangan atau gilingan daging ikan atau hewan-hewan lain yang masih segar. Apabila diberikan makan buatan ikan ini memerlukan latihan yang lama dan komposisinya harus banyak mengandung bahan hewani dan aroma cukup merangsang (aroma dagingnya).

C.   Makanan campuran

          Makanan campuran adalah makanan hewani dan nabati, jenis makanan ini dapat dimakan selagi masih hidup seperti, gangang, lumut, serangga cacing dan juga dalam bentuk mati seperti limbah industri pertania, bangkai dll. Ikan yang suka menyantap makanan campuran ini disebut ikan omnivora.

          Beberap contoh ikan omnivora yaitu ikan mas, mujair, lele dll. Ikan omnivora lebih mudah menerima makanan tambahan maupun makanan buatan sewaktu masih larva, benih maupun dewasa.

D.   Plankton

          Plankton adalah organisme hidup yang melayang-layang didalam perairan, gerakannnya pasif dan hanya mengikuti arah arus perairan. Secara bioloogis plankton terdir dari 2 jenis plankton nabati (phytoplankton ) contohnya chlorella, tetraselmis, skeletonema, sprirulina dan plankton hewani (zooplankton) contohnya branchianus, moina, daphnia, artemia, cyclops.

          Beberapa contoh ikan pemakan plankton yaitu ikan tambakan, iana layang. Ikan pemakan plankton baik dari larva sampai dewasa dapat meneraima makanan tambahan maupun buatan.

E.  Detritus

Detritus adalah kumpulan bahan organik yang telah hancur dan terdapat didalam perairan. Jika didarathancuran bahan organik berasal dari tumbuhan atau hewan  seperti alga, cendawan, kotoran hewan atau manusia limbah industri, limbah pertanian. Ikan pemakan detritus dapat menerima makanan tambahan dan buatan dalam bentuk hancuran sehingga sifat fisiknya mirip dengan detritus, hal ini disebabkan ikan detritus suka mengambil makana yang mengendap didasar perairan.

III. CARA MAKAN IKAN

Berdasarkan cara makan ikan dibedakan 5 golongan  yaitu :

A.  Ikan Pengerogot (Grazer)

Ikan yang mengambil makanan dengan cara memunguti sedikit demi sedikit secara berkelompok ataupun satu persatu. Contohnya ikan nilem , ikan mujair, ikan sepat siam ikan-ikan ini biasanya memunguti jasad-jasad yang menempel disela-sela dedaunan tanaman air.

B. Ikan Pemangsa (predator)

Ikan-ikan buas biasanya digolongkan pada ikan-ikan pemangsa, Mangsa dari ikan-ikan predator biasanya adalah hewan-hewan makroskopik yang sampir sama dengan mukaan mulutnya, selain itu juga terdapat gigi yang tajam didalam mulutnya untuk menahan dan memegang mangsanya. Contohnya ikan cakalang, ikan tuna, ikan layur dll.

C.  Ikan Penyaring (strainer)

Ikan yang mengambil makanan dengan cara menyeser dengan mulutnya terbuka sambil tetap bergerak maju. Biasanya ikan-ikan pemakan plankton, dengan membuka mulutnya sambil berenang plankton akan tersaring masuk kedalam rongga mulutnya, ketika mulutnya dikatupkan air akan keluar lewat celah ingsangnya sedangkan plankton akan tertinggal dicelah tulang ingsangnya. Contoh ikan penyaring ikan kembung.

D.  Ikan Pengisap (sucker)

Ikan yang mengambil makanan dengan cara mengisap lumpuratau pasir didasar perairan makanannya terdiri dari jenis organisme penghuni dasar (bentos), detritu, bakteri dan cendawan.  Contoh ikan pengisp yaitu ikan mas.

E.  Ikan Parasit

ikan yang mengambil makanannya dengan cara mengisap makanan dengan jalan mengisap sari makanan dari tubuh ikan atau hewan lain dalam keadaan segar/ikan masih hidup. Kebanyakan terdapat pada ikan-ikan dilaut

IV. PROSES FISIOLOGI

Untuk menghasilkan pertumbuhan, makanan akan diproses terlebih dahulu didalam tubuh sehingga diperoleh sejumlah energi, hasil energi ini akan digunakan untuk proses fisiologi.

Energi yang diperoleh dari hasil pembakaran oksigen dan zat-zat makanan disebut proses metabolisme. Proses metabolisme dipengaruhi oleh suhu, jenis ikan, umur atau ukuran ikan . Ikan menggunakan protein sebagai sumber energi utama, sumber energi kedua yaitu lemak sedangkan karbohidrat merupakan sumber energi ketiga.

Proses metabolisme terdiri dari 2 proses yaitu :

  1. Proses anabolisme yaitu Proses pembentukan bahan-bahan atau substansi sederhana menjadi bentuk yang kompleks. Pada proses ini memerlukan bahan baku yang berasal dari energi dalam makanan.
  2. Proses katabolisme yaitu Proses pemecahan bahan-bahan atau substansi yang kompleks menjadi bahan-bahan yang lebih sederhana. Energi dirubah menjadi energi panas, energi mekanik, energi kimia.

Proses anabolisme dan katabolisme akan menghasilkan bahan-bahan sisa (limbah yang dibunag keluar tubuh organisme berupa kotoran.

V. NUTRISI PAKAN IKAN

            Fungsi makanan bagi ikan adalah sebagai sumber energi yang diperlukan dalam proses fisiologis ditubuh ikan. Oleh karena itu makanan harus mengandung zat-zat pengahasil energi yaitu protein, lemak, karbohidrat selain itu juga makanan harus mengandung vitamin, mineral, serat dan air. Zat-zat makanan yang terkandung didalam makanan tersebut disebut zat gizi atau nutrien.

A. Protein

Protein merupakan unsur yang paling penting dalam penyusunan formulasi pakan karena usaha budidaya mengharapkan pertumbuhan ikan yang cepat. Dalam hal ini mempunyai fungsi bagi tubuh ikan yaitu :

  1. Sebagai zat pembangun yang membentuk jaringan baru untuk pertumbuhan, menganti jaringan yang rusak maupun untuk reproduksi.
  2. Sebagai zat pengatur yang berperan untuk pembentukkan enzim dan hormon penjaga dan pengatur berbagai proses metabolisme didalam tubuh.
  3. sebagai zat pembakar karena unsur karbon yang terkandung didalamnya dapat difungsikan sebagai sumber energi pada saat kebutuhan energi tidak terpenuhi oleh karbohidrat dan lemak. Molekul protein tesusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dasar. Mutu protein sangat ditentukan oleh komposisi asam amino penyususunnya komposisi ini akan berbeda antara satu bahan dengan bahan lainnya.

Kebutuhan protein sangat bervariasi tergantung pada umur, stadia ikan. Ikan pada stadia yang muda membutuhkan tingkat protein yang tinggi untuk mendukung pertumbuhannya daripada ikan yang dewasa. Pakan formula untuk larva, benih umumnya mengandung  5 – 10% protein lebih tinggi dibandingkan pada pakan formula untuk ikan-ikan yang lebih besar.

B. Lemak

Dalam kimia pakan istilah lemak disebut juga fat, lipid, oil. Lemak berfungsi sebagai sumber energi dan membantu penyerapan mineral-mineral tertentu (terutama kalsium) serta vitamin yang mudah larut dalam leman (vitamin A, D, E, K). Dalam kaitannnya dengan pakan buatan pengunaan lemak berpengaruh pada tekstur dan rasa pakan yang dibuat.

Lemak tergolong mudah teroksidasi sehingga penggunaanya dalam pembuatan pakan jumlahnya dibatasi. Jika kandungan lemak yang digunakan terlalu tinggi akan tidak efiseien. Sebab ikan yang mengkonsumsi lemak terlalu tinggi cenderung makan dalam jumlah sedikit.

C. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan zat sumber energi dan pada umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan yang pembentukkannya melalui proses fotosintesis dengan bantuan sinar matahari. Fungis karbohidar dalam pakan berfungsi sebagai sumber energi yang murah  dan juga sebagai perekat. Dalam formulasi pakan karbohidrat termasuk kelompok yang sering disebut NFE (Nitogen Free Extract) atau dalam bahasa Indonesia BETN (Bahan Extract Tanpa Nitrogen). Kemampuan ikan untuk memanfaakan karbohidrat sangat tergantung pada jenis ikan. Pada ikan karnivora kadar karbohidrat lebih dari 12%  dalam pakannya akan menyebabkan penimbunan glikogen dalam hatinya yang dapat menyebabkan kematian. Tetapi ikan pemakan segala (omnivora) dapat hidup baik dengan kadar karbohidratnya lebih dari 50%.

Serat termasuk keluarga karbohidrat yang sukar dicerna. Serat biasanya digolongkan sebagai bahan bukan sumber energi namun  penambahan serat dapat memperbaiki proses asimilasi zat-zat makanan, memantapkan bentuk pakan yang berguna membentuk gumpalan ampas makanan menjadi feses (kotoran) yang mudah dikeluarkan dari saluran makanan. Pengunaan serat kasar pada makanan ikan tidak lebih dari 8% karena jika terlalu banyak akan menganggu proses pencernaan dan penyerapan sari makanan.

D. Vitamin

          Vitamin adalah senyawa komplek yang dibutuhkan dalam berbagai proses. Walaupun tidak merupakan sumber tenaga tetapi dibutuhkan sebagai sumber katalisator terjadinya proses metabolisme didalam tubuh.

Secara umum vitamin dibedakan menjadi dua macam yaitu vitamin yan larut dalam lemak (Vitamin A, D, E, K) dan vitamin yangt larut dalam air (Vitamin B dan C).  Kekurangan vitamin dapat menyebabkan terjadinya gejala umum seperti napsu makan turun, warna ikan abnormal, ikan kelihatan gelisah, keseimbangan ikan hilang, pembentukan lendir terganggu, ikan mudah terserang penyakit atau bakteri, ikan mudah kena luka bakar karena sinar matahari.

E. Mineral

          Mineral dalam makanan ikan mempunyai peranan penting karena ikan tida dapat memproduksi mineral sendiri. Zat-zat mineral dalam tubuh ikan banyak memiliki fungsi antara lain : membentuk bagian dari kerangka, gigi,  kulit dan hemoglobin. Mempertahankan sistem celloid (tekanan osmose, vicosity, difusi) dan sebagai buffer untuk mempertahankan keasaman pada lenel tertentu.

F. Air

Kadar air merupakan pengencer nutrien dalam bahan pakan. Kadar air dalam bahan pakan sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme dan pembentukan cairan tubuh. Ikan-ikan air tawar menyerap air melalui selaput permeabel pada ingsang dan alat tubuh lainnya, sedangkan ikan laut menelan air melalui mulut.

VI. KEBUTUHAN ZAT GIZI IKAN

Kebutuhan zat gizi ikan tergantung pada jenis dan tingkatan stadianya. Ikan pada stadia dini memerlukan jumlah protein yang tinggi karena untuk mempertahankan hidup dan untuk pertumbuhan.

Sifat fisik dan bentuk pakan yang diberikan juga sangat tergantung pada jenis ikan tingkatan stadia ikan yang dibudidayakan. Pada tahap larva, merupakan fase pertumbuhan ikan yang cenderung lebih menyukai pakan alami. Pad fase fingerling lebih praktis dan efisien memberikan pakan buatan. Dilihat dari bentuknya ikan pada stadia dini memerlukan pakan berbentuk powder sedangkan pada stadia lanjut memerlukan bentuk pakan pellet.

Standar umum kebutuhan zat gizi ikan :

  • Protein : Kebutuhan Protein untuk setiap jenis ikan/udang berbeda tergantung ukuran,jenis, kelompok ikan  ( Carnivora-Omnivora-Herbivora) Dll. Kadar protein yang dibutuhkan berkisar 18-50%.
  • Lemak : sebagai sumber energi dan bau khas pakan (attractant) tidak kurang dari 3%.
  • Serat Kasar:  Karbohidrat, semakin tinggi kadar serat kasar semakin jelek kualitas pakan. Kadar serat kasar maksimal 8%
  • Abu : semakin tinggi semakin banyak jumlah pakan yang tidak tercerna. Kadar maksimal 15%
  • Air :Kadar air maksimal 10%

MEREK PAKAN IKAN TERDAFTAR TAHUN 2010

Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.009 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: