Istilah Perikanan

November 8, 2009 pukul 9:01 am | Ditulis dalam AQUACULTURE | 2 Komentar

 

 

 

dictionary

* Kakaban : Kakaban
* Kait gene : Sex-linked gene
* Juvenil (anak ikan/udang) : Juveniles
* Jasad penempel : Aufwuchs
* Isotonik : Isotonic
* Isoosmotik : Isoosmotic
* Kait gene : Sex-linked gene
* Juvenil (anak ikan/udang) : Juveniles
* Jasad penempel : Aufwuchs
* Isotonik : Isotonic
* Isoosmotik : Isoosmotic
* Isolasi : isolation
* Isokalori : Isocaloric
* Insektivorous : Insectivorous
* Insektisida : Insecticidae
* Insang : Gills
* Induk : Parent
* Indigenos : Indigenous
* Inang : Host
* Ikan sepat siam : Spoted gourami
* Ikan sepat rawa : Spoted gourami
* Ikan rucah : Trash fish
* Ikan nilem : Carp
* Ikan nila : Nile tilapia
* Ikan mujair : Java tilapia
* Ikan mola : Silver carp
* Ikan matang : Gravid fish
* Ikan mas : Common carp
* Ikan makanan : Forage fish
* Ikan lele : Catfish
* Ikan kowan : Grass carp,white amur
* Ikan kancra : Carp
* Ikan jelawat : Carp
* Ikan hibrida : Hybrid fish
* Ikan herbivor :Herbirous fish
* Ikan gabus : Murrel
* Ikan eksotik : Exotic fish
* Ikan buas : Carnivorous fish
* Ikan bersirip :Fin fish
* Ikan belut : Swam Eel
* Ikan bandeng : Milk fish
* ICH : ICH
* Invertebrata
* Inorganic
* Humus
* Law of limiting factors

* Isolasi : isolation
* Isokalori : Isocaloric
* Insektivorous : Insectivorous
* Insektisida : Insecticidae
* Insang : Gills
* Induk : Parent
* Indigenos : Indigenous
* Inang : Host
* Ikan sepat siam : Spoted gourami
* Ikan sepat rawa : Spoted gourami
* Ikan rucah : Trash fish
* Ikan nilem : Carp
* Ikan nila : Nile tilapia
* Ikan mujair : Java tilapia
* Ikan mola : Silver carp
* Ikan matang : Gravid fish
* Ikan mas : Common carp
* Ikan makanan : Forage fish
* Ikan lele : Catfish
* Ikan kowan : Grass carp,white amur
* Ikan kancra : Carp
* Ikan jelawat : Carp
* Ikan hibrida : Hybrid fish
* Ikan herbivor :Herbirous fish
* Ikan gabus : Murrel
* Ikan eksotik : Exotic fish
* Ikan buas : Carnivorous fish
* Ikan bersirip :Fin fish
* Ikan belut : Swam Eel
* Ikan bandeng : Milk fish
* ICH : ICH
* Invertebrata
* Inorganic
* Humus
Daftar Istilah-Istilah Perikanan

A

– Abalon = sejenis kerang yang dapat dimakan dan bercangkang satu tangkup.
– Ablasi = pemotongan tangkai mata pada crustacea, terutama udang windu (Panaeus monodon).
– Aboral, atau abaktinal (abactinal) = permukaan atau sisi atas echinodermata (bintang laut).
– Alometrik (allometric) = berbeda dalam kecepatan tumbuh (pertambahan panjang biota tidak secepat pertambahan beratnya).
– Alun (swell) = gelombang laut yang sederhana.
– Alur Ambulakral (ambulacral groove) = alur dalam dan memanjang mulai dari mulut ke masing-masing lengan dalam dua atau empat baris Echinodermata.
– Ambang (sill) = celah yang terdapat pada tanggul dasar laut antara dua basin. Kejelukan ambang (sill depth) adalah jeluknya ambang.
– Ambulakral (ambulacral) = daerah yang berisi kaki-kaki tabung pada echinodermata.
– Amplitudo = perbedaan tinggi rendahnya paras laut pada saat pasang surut berikutnya.
– Anadromus = ikan yang meninggalkan lautan menuju sungai air tawar untuk bertelur, seperti salmon dan belut laut (Lamprey).
– Anastomosis = gabungan dari percabangan pada urat daun, atau penyatuan dari pembuluh darah yang muncul dari jaringan tubuh.

– Amplitudo = perbedaan tinggi rendahnya paras laut pada saat pasang surut berikutnya.
– Anadromus = ikan yang meninggalkan lautan menuju sungai air tawar untuk bertelur, seperti salmon dan belut laut (Lamprey).
– Anastomosis = gabungan dari percabangan pada urat daun, atau penyatuan dari pembuluh darah yang muncul dari jaringan tubuh.
– Anemon (anemone) = salah satu kelompok hewan laut dari filum Coelenterata.
– Angin Pasat = angin keras yang bertiup searah sepanjang tahun, disebabkan oleh perbedaan suhu udara antara kutub dan khatulistiwa.
– Aplanospora = spora diam yang tidak bergerak.
– Askon (Ascon) = tipe sistem saluran pada Porifera, yang terdiri dari pori-pori arus masuk, sebuah rongga lambung yang berlapiskan sel-sel leher dan satu oskulum.
– Atol = terumbu karang yang mengelilingi goba di tengahnya.
– Auksosopra (auxoxpora) = zygot diatom yang terbentuk dari gabungan dua individu yang berukuran normal kembali.
– Aurikel (auricle) = serambi jantung atas.
– Autotrof (autotropic) = biota yang dapat menghasilkan makanannya sendiri tanpa tergantung pada biota lain dengan berfotosintetis. Termasuk dalam golongan ini adalah tumbuh-tumbuhan.

B
– Ballast = alat pemberat pada alga laut, misalnya butiran-butiran pasir yang melekat pada alat pelekat tumbuh-tumbuhan Caulerpa.
– Batisfer (bathysphere) = kapal selam berbentuk bola yang dapat diisi seorang dan yang diturunkan dari atas kapal.
– Bentos = biota yang hidup di atas atau di dalam dasar laut, meliputi biota menempel, merayap dan meliang.
– binomial nomenklatur = sistem pemberian dua nama pada satu jenis biota.
– Bioerosi (bioerosion) = proses erosi yang dilakukan hewan secara alami.
– Biologi Laut = ilmu yang mempelajari biota laut.
– bioluminesensi (bioluminescent) = cahaya yang dihasilkan oleh jasad hidup.
– Biomassa (biomass) = jumlah berat total organisme per satuan area.
– Bioremediasi = pemanfaatan mikroorganisme hidup dan produk-produknya untuk mengurai sampah atau bahan pencemar agar kurang beracun.
– Biometri = statistik dari organisme hidup dan keragamannya.
– Biosfer (biosphere) = bagian bumi yang dapat menunjang kehidupan.
– Biota= tumbuh-tumbuhan, hewan dan mikroorganisme hidup.
– Biota pelagik= biota yang hidup di lingkungan kolom air laut mulai dari permukaan dasar laut sampai permukaan laut.
– Bioteknologi= penerapan prinsip-prinsip ilmiah dan rekayasa untuk memproses bahan dengan menggunakan perantaraan biota untuk menghasilkan barang dan jasa.
– Bisus (byssus) = serumpun filamen atau benang kuat yang dihasilkan oleh kelenjar pada beberapa jenis kerang untuk melekat pada substrat.
– Bulu getar (cilia) = rambut halus yang terdapat pada biota laut, terutama ciliata.

C
– Cakram sentral (central disc) = tubuh utama bintang laut.
– Celah hidrotermal (hydrothermal vent) = celah dasar laut tempat terjadinya perembesan air panas pada kejelukan 1.200 m di bawah permukaan laut atau lebih.
– Cold seeps = perembesan air dingin dari dalam dasar laut ke permukaan dasar laut.
– Corolis (gaya) = gaya yang diakibatkan oleh perputaran bumi.
– Crests = puncak-puncak pada gelombang laut.

D
– Datum = paras laut yang digunakan sebagai panutan, biasanya ditentukan pada tingkat air rendah pada pasut purnama biasa.
– Daur biogeokimia = berulang-ulangnya proses kimia, geologi dan kehidupan yang saling mendukung.
– Daur organik = berulang-ulangnya proses pembentukan dan penguraian zat-zat organik.
– Detrivor = pemakan detritus.
– Diatomin = pigmen coklat.
– Diurnal = sifat siang dan malam.
– Divertikulum pencernaan (digestive diverticula) = kantung pencernaan.
– Diploid = fase alga yang mempunyai set kromosom haploid dobel.
– Difergensi = gerakan air yang memencar atau pembuyaran.

E
– Ekman (spiral) = gerakan mengulir arah arus dari permukaan ke lapisan lebih bawah.
– Ekologi laut = ilmu yang mempelajari hubungan antara biota laut dan lingkungannya dan antara mereka sendiri.
– Ekosistem (ecological system) = interaksi antara biota dengan lingkungannya dalam suatu sistem.
– Embelan (appendage) = tonjolan atau anggota tubuh pada hewan seperti kaki- jalan dan kaki renang pada Decapoda.
– Endofit (endohytic) = sifat biota atau tumbuh-tumbuhan yang hidup di dalam tumbuh-tumbuh lain secara simbiosis.
– Endoksid (endoxide) = fase berenang bebas berbentuk monogasrik dari Siphonophore.
– Epifit = alga yang melekat pada tumbuh-tumbuhan lain.
– Epiteka (epitheca) = tangkup yang lebih besar pada struktur diatom yang terdiri dari dua tangkup, tangkup yang lebih kecil disebut hipoteka (hypotheca).
– Epizoik = biota yang melekat pada hewan laut tertentu.
– Eulitoral (eulittoral) = mintakat litoral yang terbaik untuk kehidupan tumbuh-tumbuhan laut.
– eutrofik (eutrofhic) = sifat (lingkungan) dengn sejumlah besar zat hara.

F
– Fikosianin (phycocyanin) = pigmen biru yang terdapat pada alga hijau biru (Myxophyceae).
– Filosoma (phyllosoma) = larva udang barong, berbentuk pipih atas – bawah, tembus pandang dan embelan-embelannya berbulu banyak.
– Filum (phylum) = kelompok takson biota yang besar (phylum = tunggal, phyla = jamak).
– Fisiologi = ilmu yang mempelajari sifat-sifat faal biota.
– Fitoplankton = plankton nabati atau plankton tumbuh-tumbuhan.
– Fotik (photic) = bagian perairan yang mendapat cahaya.
– Frustula = dinding silika diatom.
– Funikulus (funiculus) = seutas jaringan mesoderma pada dasar perut Bryozoa.
– Fukosanting (fucoxantin) = pigmen karatenoid dalam alga kelas Phaeophycea, tetapi juga ditemukan pada kelas Bacillariophyceae.

G
– Gamet =sel kelamin berbulu getar dua yang mempunyai kemampuan membentuk zigot.
– Gametofit (gametophyte) = tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan gamet.
– Gametangium = suatu wadah dimana gamet-gamet diproduksi.
– Gamul (gammules) = tunas yang dihasilkan dari pembelahan aseksual pada sepon.
– Garis mantel (pallial line) = sederetan otot-otot yang melekatkan mantel pada cangkang, yang meninggalkan bekas melengkung.
– Garis kristal = pabrik pemilah yang sangat majemuk dimana partikel-partikel dicampur, diisi enzim yang dikeluarkan dari batang gelatin dan disebarkan kembali ke daerah-daerah pemilahan pada tiram mutiara.
– Gelang (girdle) = bagian frustula diatom di antara dua tangkup, di bawah mikroskop nampak sebagai celah melingkar; disebut juga singulum (cingulum).
– Gelombang = ombak yang sebagian ditimbulkan oleh dorongan angin di atas permukaan laut dan sebagian lagi oleh tekanan tangensial pada partikel air.
– Gelombang antara = jika panjang gelombang 100 m, sedangkan kejelukan air antara 50 m dan 4 m.
– Gelombang air dalam = jika kejelukan air lebih dari dua kali panjang gelombang.
– Gelombang air dangkal = jika rasio antara kejelukan air dan panjang gelombang sama dengan 1/25.
– Gelombang badai = tumpukan massa air yang terjadi jika terjadi badai di laut.
– Gelombang dalam (internal waves) = gelombang yang terjadi pada permukaan antara dua lapisan air yang berbeda densitasnya.
– Gelombang meloncat (plunging breaker) = jika dasar pantai terjal dan gelombang datang tiba-tiba, kemudian membumbung ke atas dan segera pecah.
– Gelombang pasut (tsunami) = gelombang ini tidak ada hubungannya dengan pasut, hanya namanya saja, yakni datang ke darat dan surut kembali ke laut.
– Gelombang pecah = terjadi jika kedalaman air kira-kira 1,3 tinggi gelombang.
– Gelombang pecah jenis lain = yakni yang disebabkan oleh gerakan melaju benda-benda keras seperti kapal.
– Gelombang penerpa (surging breaker) = jika dasar pantai begitu terjal sehingga gelombang tidak mempunyai waktu untuk beraksi, ia mendorong air ke atas ke darat dan menyedotnya kembali, gelombang ini berbahaya bagi semua orang.
– Gelombang tumpah (spilling breaker) = gelombang yang perlahan-lahan dan menggulung ke arah pantai karena dasar pantainya landai, gelombang seperti ini baik untuk selancar air.
– Gribbles = sebutan umum kelompok Isopoda yang terdiri dari beberapa jenis yang melubangi kayu.

H
– Habitat = tempat atau lingkungan luar dimana tumbuh-tumbuhan dan hewan hidup.
– Halophyta = tumbuh-tumbuhan yang hidup di air asin.
– Haploid = fase tumbuh-tumbuhan alga dengan satu set kromosom tunggal yang menjadi sifat khas dari jenis tersebut.
– Herbivor = hewan pemakan tumbuh-tumbuhan.
– Herbivor primer = pemakan plankton nabati dan pemakan tumbuh-tumbuhan.
– Hercules = pahlawan nasional Yunani kuno yang gagah perkasa dan tahan pekerjaan berat.
– Heteromorf (heteromorphic) = berbeda secara morfologi.
– Heterotrof = biota yang tidak dapat menghasilkan makanan sendiri. Termasuk dalam golongan ini adalah semua hewan.
– Hidrosium (hydroecium) = tabung yang atasnya tertutup berbentuk genta pada Siphonophore.
– Hipoteka (hypotheca) lihat epiteka.
– Holdfast = alat pelekat yang bercabang-cabang banyak pada tumbuh-tumbuhan Caulerpa.
– Holoblast = telur dengan pembelahan total.
– Holoplankton = biota yang hidup sebagai plankton dari lahir sampai mati.
– Hormogonium = bagian-bagian yang lebih kecil sebagai hasil pembelahan sel-sel alga yang berbentuk rantai.

I
– Isometrik = pertumbuhan panjang dan pertambahan beratnya seimbang.

J
– Jaringan makanan (food web) = rantai-rantai makanan yang saling berhubungan dalam satu ekosistem.
– Jeluk = istilah yang digunakan untuk mengukur jarak vertikal antara permukaan laut sampai ke dasar laut untuk perairan laut terbuka.
Jenis (species) = takson tersendah pada pembagian biota.
– Juwana (juvenile) = tingkat perkembangan antara pasca larva dan dewasa.

K
– Kantung pilorus (pyloric sac) = sambungan perut pada bintang laut yang merupakan tabung menuju ke dalam setiap lengan, kemudian membagi menjadi dua cabang, masing-masing mempunyai sejumlah besar kantung lateral.
– Kantung udara (bladder) = alat pengapung berbentuk bulat pada tumbuh-tumbuhan dan hewan laut.
– Karnivor (carnivore) = hewan pemakan hewan.
– Karpogonium (carpogonium) = benih telur atau gametangium (struktur penghasil benih betina pada alga merah).
– Karpospora (carpospore) = spora alga merah sebagai hasil bergabungnya gamet jantan (spermatia) dan gamet betina (karpogania).
– Katadromus = ikan yang dewasanya di perairan tawar (sungai) dan beternak di laut, misalnya sidat.
– Kelp bed = padang ganggang di laut lepas.
– Koefisien makanan = nilai yang digunakan untuk mengetahui pentingnya kelompok makanan tertentu dengan memperhatikan jumlah berat dan sekaligus frekuensi dari kelompok makanan.
– Konfergensi (convergence) = gerakan yang memusat dari luar ke tengah.
– Konkoselis (conchocelis) = fase perkembangan pada alga yang terbentuk dari perkembangan karpospora.
– Konkospora (conchospore) = fase yang dihasilkan karpospora, yang nantinya akan dilepaskan dan tumbuh sebagai alga vegetatif.
-Konseptakel (conceptacle) = ruang berbentuk cawan yang berisi struktur perkembangbiakan seperti dalam Fucales dan Corallinaceae.
– Konkosporangium = satu tipe sporangium yang besar, biasanya membentuk satu seri (sederet sel-sel subur) oleh fase conchocelis.
– Konkiolin (conchyoline) = zat glikoprotein yang dikeluarkan oleh sel-sel periferal dari epitelium.
– Konsumen primer = hewan pemakan tumbuh-tumbuhan.
– Konpensasi (kejelukan) = lapisan perairan dimana produksi oksigen sama dengan konsumsi oksigen.
– Kromatofor (chromatophore) = sel pigmen yang terdapat pada biota.
– Ktenidium (ctenedium) = alat pernafasan sebagai penyaring aktif yang mengambil oksigen dan bahan organik untuk kebutuhan hewan dan menolak apa saja yang dapat menyumbat alat penyaring itu.

L
– Lamina = daun yang berbentuk seperti pita.
– Lapisan abisopelagik (mintakat palung) = bagian-bagian kolom air terjeluk dari samudra.
– Lapisan batipelagik = lapisan laut dengan kisaran kedalaman 1000 – 4000 m atau sama dengan kejelukan dasar laut jeluk.
– Lapisan epipelagik = lapisan perairan yang meluas dari permukaan laut sampai 200 m.
– Lapisan fotik = lapisan perairan yang menerima penembusan cahaya.
– Lapisan mesopelagik = lapisan perairan laut dengan kisaran kedalaman 200 – 1000 m.
– Lentera Aristotle (Aristotle’s lantern) = himpunan gigi yang terdapat pada banyak jenis bulu babi.
– Litofitik = biota yang melekat pada batu.
– Lofofor (lophophore) = mulut Bryozoa yang terletak di tengah-tengah mahkota tentakel yang berbulu getar.
– Lorika = kantung kitin yang dihasilkan dari sekresi sekujur badan Tintinnidae. Masing-masing jenis berbeda bentuk lorika-nya sehingga digunakan sebagai ciri utama untuk identifikasi.
– Lux (meter lilin) = satuan untuk intensitas cahaya yang menerangi dataran atau laut.

M
– Madreporit (madreporite) = pintu saring ke sistem pembulu air di dekat anus bintang laut.
– Mantel = lipatan yang mengelilingi isi rongga perut, disebut juga palium.
– Mastaks (mastax) = perut pengunyah pada Rotifera.
– Mayang (inflorescence) = bunga yang tersusun sepanjang suatu sumbu.
– Meroplankton = hewan yang menghabiskan sebagian dari daur hidupnya sebagai plankton.
– Mesoderma = lapisan embrionik yang terletak antara endoderma dan ektoderma.
– Mesoglea = lapisan antara nonseluler yang kental seperti agar-agar, terdapat pada sepon dan Coelenterata.
– Metabolit primer = bahan yang dihasilkan dari proses metabolisme dasar untuk pertumbuhan dan perkembangan biota.
– Metabolit sekunder = metabolit yang diturunkan secara biosintetik dari metabolit primer dan umumnya berfungsi untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang tidak menyenangkan.
– Metamer = ruas-ruas pada Annelida.
– Mikroplankton = plankton yang berukuran kecil sampai beberapa milimeter.
– Mikrospora = bulatan protoplasma yang mengisi cangkang diatom dan dapat keluar sebagai spora berbulu getar dua, peran dari spora ini belum diketahui.
– Mintakat atas = lapisan perairan dimana fotosintesis cukup aktif untuk menghasilkan oksigen yang digunakan untuk pernafasan.
– Mintakat bawah permukaan = lapisan perarain dimana terjadi pertumbuhan fitoplankton yang aktif sampai perairan yang agak dalam dimana fitoplankton yang tidak berbiak aktif masih terdapat berlimpah.
– Mintakat dasar laut jeluk = mintakat bentik yang meluas mulai dari pinggir paparan benua sampai ke dasar laut terjeluk dari samudera.
– Mintakat dekat permukaan = lapisan perairan dimana penyinaran siang hari di atas optimal atau bahkan letal buat fitoplankton.
– Mintakat konpensasi = kejelukan dimana produksi oksigen sama dengan penggunakannya.
– Mintakat litoral (pasang surut) = bentangan pantai yang terletak antara paras air tertinggi dari pasut purnama ke arah daratan dan paras terendah dari pasut purnama ke arah laut.
– Mintakat neritik = mintakat pelagik yang terletak di atas landas benua.
– Mintakat oseanik = mintakat pelagik yang letaknya di atas landas benua.
– Mintakat terbawah = lapisan perairan dimana zooplankton yang biasa migrasi ke permukaan pada malam hari, berada pada siang hari.
– Monera = hewan bersel satu tanpa membran.
– Monospora = spora tunggal. Dari spora ini dapat muncul alga fase konkoselis baru.

N
– Nakre (nacre) = lapisan dalam cangkang (kerang mutiara) yang biasanya berwarna putih mengkilat.
– Nanoplankton = plankton yang terlalu kecil untuk dikumpulkan dengan jaring plankton berukuran 60 mikron – 70 mikron. Plankton ini disebut juga plankton sentrifus.
– Naupliosoma = tingkat perkembangan awal larva lobster.
– Nekton = biota yang berenang-renang, yang hanya terdiri dari hewan.
– Namatosista = sel penyengat pada Coelenterata.
– Nokturnal (nocturnal) = kegiatan yang dilakukan pada malam hari.
– Nomenklatur = ilmu tentang penamaan biota.
– Nomenklatur binomial = sistem pemberian dua nama, marga dan jenis untuk setiap organisme.
– Notokor (notochord) = sumbu kerangka pada larva Tunicata yang menunjukkan adanya hubungan langsung dengan bentuk hewan tingkat lebih tinggi.

O
– Oligotrofik (oligotrophic) = Sifat (lingkungan) dengan produktifitas rendah.
– Omnivor (omnivore) = hewan pemakan segala.
– Oogonium (oogonia) = gametangium betina yang memproduksi satu telur atau banyak telur.
– Ooze = bagian dari sedimen dasar laut yang tersusun dari sisa-sisa cangkang biota laut, terutama dari Foraminifera, Radiolaria dan diatom.
– Oskulum (Osculum) = lubang arus keluar.
– Osikel (ossicle) = kerangka berupa lempeng-lempeng kapur, tergabung erat manjadi kerangka yang nyata pada Echinodermata; osikel-osikel tertentu biasanya membentuk duri.
– Otot pengikat (adductor muscle) = otot yang mengikat tubuh kerang pada cangkangnya.

P
-Paedogenesis = perkembang biakan yang terjadi pada hewan muda atau fase larva.
– Pallium = lihat mantel
– Palung = celah raksasa pada dasar laut jeluk dengan kejelukan sampai 10.000 m lebih.
– Palung Ganda Sunda = sistem dua palung terletak di sebelah selatan Sumbawa, Bali, Jawa, dan melanjut sampai pantai barat daya Sumatera.
– Panjang Gelombang = jarak antara dua titik, yakni antara satu puncak dan puncak berikutnya antara satu lembah dan lembah berikutnya.
– Paparan = Dasar laut yang landai dengan kejelukan tidak melebihi 200 m.
– Paparan Arafura = paparan yang menghubungkan daratan Irian dan daratan Australia dan mempunyai kejelukan berkisar 30 – 90 m.
– Paparan Sahul = paparan yang terletak di sebelah barat – laut Australia yang melebar dari pantai ke arah laut sampai kira-kira sejauh 30 km dan mempunyai kedalaman rata-rata antara 80 sampai 100 m.
– Paparan Sunda = paparan yang menghubungkan pulau-pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa dengan daratan Asia.
– Papula (daerah brankial) = insang kulit pada bintang laut.
– Pasut bulan-setengah (neaptides) = pasut yang terjadi pada saat bulan berpindah 900 menjauhi matahari. Atau pasut perbani.
– Pasut diurnal = satu kali pasang, satu kali surut dalam 24 jam.
– Pasut purnama = yang terjadi saat bulan, matahari, dan bumi berada pada satu sumbu.
– Pasut semi-diurnal = dua kali pasang, dua kali surut dalam 24 jam.
– Pebangkai (scavenger) = hewan pemakan bangkai.
– Pedikel (pedicle) = satu tangkai berotot berbentuk silindris yang panjang yang berisi perpanjangan berbentuk tabung dari selom.
– Pediselari (pedicellariae) = pinset yang sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop pada Echinodermata.
– pemukaan massa air (upwelling) = pemindahan atau pergerakan massa air yang kaya akan zat hara dari lapisan dasar ke lapisan permukaan laut.
– Perikardium (pericardium) = selaput pembungkus jantung.
– Periode gelombang = waktu yang digunakan untuk menempuh jarak dari satu titik dari satu gelombang ke titik serupa gelombang berikutnya.
– Periostrakum (periostracum) = lapisan luar cangkang tiram dan cangkang Brachiopoda.
– Periviseral (perivisceral) = struktur yang mengelilingi saluran pencernaan dan melebar ke dalam lengan bintang laut.
– pillars of Hercules = tonggak-tonggak Hercules, yakni dua tanjung di kedua sisi ujung timur dari Selat Gibrltar, “Rock of Gibraltar” di bagian Eropa Eropa dan “Jebel Musa” di bagian Afrika yang konon didirikan oleh Hercules, pahlawan nasional Yunani kuno yang gagah perkasa.
– Pinul (pinnules) = ranting dari cabang-cabang lengan Crinoidea.
– Piramida Makanan = rantai makanan yang berbentuk piramida dengan mata rantai dasar berisi biota ukuran kecil dengan jumlah individu maksimum dan puncaknya berisi biota besar dengan jumlah individu minimum.
– Plankton = biota yang hidup di zona (mintakat) pelagik dan mengapung, menghanyutkan atau berenang sangat lemah, artinya tidak dapat melawan arus.
– Plankton sentrifus = plankton yang terlalu kecil untuk dikumpulkan dengan jaring plankton, sehingga harus diendapkan atau menggunakan sentrifus (centrifuge).
– Plastron = kulit penyu bagian bawah.
– Polipid (polypid) = bagian-bagian lunak yang terletak di dalam rongga coelom Bryozoa.
– Portuguese man o’war = hewan Coelenterata yang sangat berbisa dan mematikan, berbentuk seperti ubur-ubur.
– Produktivitas primer = kecepatan terjadinya fotosintesis atau pengikatan karbon.
– Prostrate = bagian tumbuh-tumbuhan alga yang menjalar.
– Protista = hewan bersel satu dengan membran.
– Prototrikogen (prototrichogynes) = saluran kecil yang terbentuk pada karpogonia (benih telur) yang memungkinkan terjadinya fusi organ seksual dengan spermatia.
– Puerulus = tingkat perkembangan akhir filosoma atau larva udang karang.

R
– Radula = selaput lebar dan memanjang dengan deretan-deretan gigi kitin memanjang yang terdapat dalam mulut kebanyakan Gastropoda.
– Rafe (raphae) = celah untuk pertukaran hasil-hasil metabolik pada diatom.
– Rantai makanan (food chain) = hubungan makan-dimakan antara tumbuh-tumbuhan dan hewan, dan antara hewan dengan hewan lain yang membentuk rantai panjang atau pendek.
– Rantai makanan meramban atau merumput = rantai makanan yang mata rantai dasarnya adalah tumbuh-tumbuhan yang berfotosintesis.
– Rantai makanan detritus = rantai makanan yang mata rantai dasarnya adalah detritus.
– Ragon(rhagon) = tipe sistem saluran pada Porifera.
– Red tide = gejala terdapatnya fitoplankton jenis-jenis tertentu dalam jumlah besar di laut dan menimbulkan warna kemerah-merahan karena pigmen merah mereka, biasanya beracun.
– Relung (niche) = habitat mikro.
– Ritual prenuptial = upacara pra-perkawinan pada beberapa jenis ikan.
– Rimpang (rhizome) = struktur seperti akar pada lamun.
– Ripples = riak gelombang yang ditimbulkan oleh angin bertiup di paras laut.

S
– Salinitas = berat garam terlarut dalam gram perkilogram air laut.
– Saluran epineural = empat baris lempeng, satu aboral, satu oral dan dua lateral yang membentuk saluran pada lengan Ophiuroidea.
– Saluran stolon (stolon canal) = lubang kecil yang menghubungkan ruang yang satu dengan yang lain pada foraminifera.
– seka pilorus (pyloric ceca) = cabang-cabang kantung pilorus pada bintang laut.
– seka rektum (rectal ceca) = dua kantung bercabang berwarna coklat timbul dari rektum.
– sel leher (collar cell) atau koanosit (choanocyte) = sel dengan cincin berongga yang mengelilingi dasar sebuah flagelum.
– Senosark = jaringan yang menyatukan polip-polip dalam satu koloni majemuk.
– Septa = selaput yang merupakan sekat.
– Sill = ambang atau celah pada tanggul pemisah dua basin yang menghubungkan kedua basin tersebut.
– Sifon (siphon) = sebuah tabung memanjang mulai dekat mulut pada hewan.
– Sikon (Sycon) = tipe sistem saluran pada Porifera. Dalam sistem ini, air mengalir melalui pori-pori kulit (ostia) ke dalam saluran arus masuk, kemudian melalui pori-pori kamar (prosopyles) ke dalam saluran-saluran meruji berlapiskan sel leher, dari sini diputar oleh flagela-flagela dari koanosit ke dalam rongga kloaka, akhirnya keluar lewat oskulum.
– Sisik gelakoid = sisik yang seperti gigi-gigi kecil pada kulit Chondrichthyes (hiu, pari, chimera) sehingga kulitnya kasar.
– Sorus = suatu kelompok organ perkembangbiakan.
– Spermatangium = struktur perkembangbiakan jantan pada alga merah, yang menghasilkan satu spermatium.
– Spermatium atau spora beta = gamet jantan pada alga merah, tidak bergerak dan tidak berwarna, dilepas dari spermatangium.
– Spirakel (spiracle) = sepasang lubang di bagian atas kepala (ikan pari).
– Spora = satu agen sel dari perkembangbiakan aseksual.
– Sporangium = struktur yang menghasilkan spora.
– Sporofil = daun yang memproduksi spora fertil.
– Sporofit = tumbuh-tumbuhan baru hasil dari persatuan gamet.
– sporosit = sel diploid yang melakukan meiosis untuk membentuk spora-spora.
– Stipe = tangkai yang panjang dan silindris yang berongga sepanjang tangkai dan berakhir dengan bentuk seperti bola berongga pada ujungnya, tumbuh dari alat pelekat pada Nereocystis.
– Streaming = gerakan protoplasma yang menjulur keluar dan mengkerut kembali dari lubang-lubang Foraminifera, menciptakan kaki-kaki semu yang selalu bergerak.
– Striae = garis-garis, titik-titik dan lekukan yang sangat menarik pada cangkang diatom.
– Sulkus (sulcus) = celah memanjang pada Dinoflagellata.

T
– Taksonomi = ilmu tentang klarifikasi dan identifikasi, yakni ilmu yang membagi biota laut dalam kelompok-kelompok menurut sifat morfologi, sifat-sifat hidup, hubungan keturunan dan lingkungan tempat hidup mereka.
– Talus (thallus) = tubuh tumbuh-tumbuhan yang tidak terbagi ke dalam akar, batang dan daun yang sebenarnya.
– tanah diatom (diatomaceous earth) = endapan fosil yang luas yang terbentuk oleh frustula atau cangkang diatom disebut juga nenes diatom.
– tanaman tegakan (standing crop) = biomassa tanaman pada suatu waktu.
– Tangkup (valve) = bagian atas dan bawah dari struktur cangkang diatom.
– Tenggelaman massa air (downwelling) = turunnya massa air dari lapisan atas ke lapisan bawah.
– Teritip angsa (goose barnacle) = teritip bertangkai.
– Teritip baran (acorn barnacle) = teritip tidak bertangkai dan menempel langsung pada substrat.
– Termantu (infructescence) = kumpulan buah yang terbentuk dari sebuah mayang.
– Termoklin = lapisan air laut dengan penurunan suhu cepat ke bawah.
– Tetrasporangium = satu sel yang di dalamnya terjadi pembelahan meiosis inti dan menghasilkan 4 spora haploid (tetraspora).
– Tetrasporofit = suatu fase diploid yang menghasilkan tetrasporangia.
– Tetraspora = satu spora yang dihasilkan dalam satu tetrasporangium
– Terumbu karang (coral reef) = bangunan dari kapur yang dibentuk oleh hewan karang.
– Terumbu karang pinggir (fringing reef) = terumbu karang yang berhubungan langsung dengan daratan.
– Terumbu karang penghalang (barrier reef) = terumbu karang di pinggir benua yang terletak antara daratan dan air pada saat air pasang.
– Thallophyta = tumbuh-tumbuhan primitif yang tidak terbagi ke dalam alat vegetatif seperti akar yang sebenarnya, ranting atau cabang dan daun.
– Tikar laut = hewan hidroid yang membentuk lapisan seperti tikar.
– Titik gelombang = jarak menegak antara titik puncak dan titik lembah.
– Transgenik = penggunaan gen hormon suatu jenis hewan untuk mengubah gen hewan lain.
– Tukik = anak penyu.

U
– Ulir (Spiral) = bentuk atau gerakan yang memutar vertikal seperti per atau pegas.
– Ultraplankton = plankton yang berukuran sangat kecil sekitar 0,005 mm atau 5 mikron, di sini termasuk bakteri dan diatom kecil.

V
– Vestibule = struktur cekung pada Bryozoa yang berisi satu baris tentakel lofofor pada saat dikerutkan.
– Vertebra = lempeng-lempeng yang bergabung bersama di dalam lengan Ophiuroidea (bintang mengular).
– Pilar vertebra = serangkaian tulang punggung yang memanjang dari kepala ke ekor pada Vertebrata dan melindungi sumsum tulang punggung (spinalchord).

W
– Weber Deep = dasar laut terjeluk, kira-kira 7440 m, yang terdapat di perairan laut Banda.

Z
– Zigot = sel yang dibentuk oleh menyatunya dua gamet atau telur yang dibuahi.
– Zoesium = dinding tubuh yang melindungi bagian-bagian lunak (polypid), yang terletak dalam rongga selom Bryozoa.
– Zooplankton = planton hewan.
– Zoospora = sel perkembang-biakan secara nir kelamin, yang dibentuk oleh sporofit.
– Zooxanthella = alga renik yang bersimbiosis dengan hewan inang, misalnya kima.

 

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. tulisan yang menarik..

    Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: