Bioteknologi Akuakultur

November 8, 2009 pukul 10:27 am | Ditulis dalam AQUACULTURE | 7 Komentar

 

 

            Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia. Biokimia mempelajari struktur kimiawi organisme. Rekayasa genetika adalah aplikasi genetik dengan mentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain. Bioteknologi merupakan salah satu bidang sains di mana benda hidup digunakan untuk menghasilkan produk atau untuk melakukan sesuatu yang berguna untuk manusia. Tumbuh-tumbuhan, hewan dan juga mikro organisme seperti bakteria telah digunakan untuk menghasilkan kebaikan yang dapat digunakan manusia. Dalam bidang industri perobatan dan pertanian, bioteknologi bantu dalam menghasilkan suplemen makanan, untuk menguji diagnosa penyakit. Bioteknologi boleh digunakan untuk menyelesaikan masalah dan untuk membantu dalam penyelidikan berbagai permasalahan.

            Ciri utama bioteknologi adalah dengan adanya benda biologi berupa mikroba, tumbuhan atau hewan serta adanya pendayagunaan secara teknologi dan industri dan juga produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian. Dalam penerapannya sekarang, bioteknologi seringkali dimanfaatkan untuk segala macam kegiatan atau industri-industri. Seperti industri kesehatan, pertanian, peternakan dan juga pertanian. Bioteknologi perikanan (aquatic biotechnology) diartikan sebagai penggunaan organisme (biota) perairan atau bagian dari organisme perairan, seperti sel dan enzim, untuk membuat atau memodifikasi produk, untuk memperbaiki kualitas fauna (hewan) dan flora (tumbuhan), atau untuk mengembangkan organisme guna aplikasi tertentu, termasuk remediasi (perbaikan) lingkungan akibat pencemaran dan kerusakan lainnya.

            Bioteknologi perairan juga mencakup ekstraksi (pengambilan) bahan-bahan alamiah (natural products atau bioactive substances) dari organisme perairan untuk bahan dasar industri makanan dan minuman, farmasi, kosmetika, dan lainnya (fullnews.com). Dengan demikian, aplikasi industri bioteknologi perairan secara garis besar mencakup ekstraksi bahan-bahan alamiah untuk membantu dalam penyelidikan berbagai permasalahan.

Bioteknologi di Bidang Perikanan

            Bioteknologi perikanan adalah bioteknologi yang ditekankan khusus pada bidang perikanan. Penerapan bioteknologi dalam bidang perikanan sangat luas, mulai dari rekayasa media budidaya, ikan, hingga pascapanen hasil perikanan. Pemanfaatan mikroba telah terbukti mampu mempertahankan kualitas media budidaya sehingga aman untuk digunakan sebagai media budidaya ikan. Bioteknologi telah menciptakan ikan berkarakter genetis khas yang dihasilkan melalui rekayasa gen. Melalui rekayasa gen, dapat diciptakan ikan yang tumbuh cepat, warnanya menarik, dagingnya tebal, tahan penyakit dan sebagainya. Pada tahap pascapanen hasil perikanan, bioteknologi mampu mengubah ikan melalui proses transformasi biologi hingga dihasilkan produk yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Sudah sejak abad 11, manusia sebetulnya menggunakan prinsip dasar ini. Pembuatan pangan seperti peda, kecap ikan, terasi ikan merupakan hasil bioteknologi. Ketahanan pangan merupakan isu global yang sekarang sedang ramai dibicarakan. Alasannya jelas, pada tahun 2033 populasi manusia di dunia akan mencapai sektar 12 miliar jiwa. Sebagian besar penduduk tersebut ada di benua Asia. Berdasarkan hal tersebut, diperkirakan pada tahun 2010 kebutuhan pangan penduduk Asia akan melampaui persediaan yang ada. Kondisi ini membuat Negara Indonesia harus bekerjakeras memenuhi kebutuhan pangannya, sehingga peristiwa kelangkaan pangan di atas tidak perlu dialami. Langkah pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan sudah mulai terlihat, salah satu komitmennya adalah meningkatkan produksi ikan menjadi tiga kali lipat dari periode sebelumnya.

            Salah satu penyebab rendahnya produksi perikanan Indonesia adalah kemampuan mengolahnya. Sekitar 20-25 persen produk perikanan tidak dapat dimanfaatkan karena tidak diolah atau mengalami pembusukan. Ini berarti satu juta ton ikan terbuang percuma. Beberapa kendala dialami oleh pengusaha pengolah hasil perikanan untuk menekan persentase ikan yang tidak dapat dimanfaatkan. Kendala tersebut mulai dari kondisi bahan baku, teknologi pengolahan, sumberdaya manusia dan tingkat konsumsi ikan. Bioteknologi pengolahan hasil perikanan (BPHP) merupakan cabang dari bioteknologi pangan yang sudah lama diterapkan oleh masyarakat Indonesia untuk mengolah hasil perikanan. Beberapa produk yang telah dihasilkan masyarakat melalui penerapan bioteknologi antara lain peda, kecap ikan, bekasem, bekasang, terasi dan silase. Meskipun mereka tidak memahami prinsip ilmiah yang mendasarinya, para pengolah ikan telah memanfaatkan bioteknologi selama berabad-abad untuk membuat pangan berbahan baku ikan.Secara garis besarnya BPHP adalah salah satu teknologi untuk mengolah hasil perikanan menggunakan jasa mahluk hidup, yaitu mikroba. Salah satu sifat mikroba yang menjadi dasar penggunaan BPHP adalah kemampuannya merombak senyawa kompleks menjadi senyawa lebih sederhana, sehingga dihasilkan pangan berbentuk padat, semi padat dan cair.

            Mikroba memiliki kemampuan merombak senyawa kompleks (protein, lemak dan karbohidrat) menjadi senyawa lebih sederhana (asam amino, asam lemak dan glukosa). Perombakan demikian telah merombak hasil perikanan menjadi pangan yang aman dikonsumsi manusia. Apabila tidak segera dihentikan, mikroba akan merombak senyawa sederhana tersebut menjadi ammonia, hidrogen sulfida, keton dan alkohol. Perubahan tersebut menjadikan pangan tersebut tidak layak lagi dikonsumsi.

Bentuk Penerapan Bioteknologi di Bidang Perikanan

            Bioteknologi perikanan adalah bioteknologi yang ditekankan khusus pada bidang perikanan. Penerapan bioteknologi dalam bidang perikanan sangat luas, mulai dari rekayasa media budidaya, ikan, hingga pascapanen hasil perikanan. Pemanfaatan mikroba telah terbukti mampu mempertahankan kualitas media budidaya sehingga aman untuk digunakan sebagai media budidaya ikan. Bioteknologi telah menciptakan ikan berkarakter genetis khas yang dihasilkan melalui rekayasa gen. Melalui rekayasa gen, dapat diciptakan ikan yang tumbuh cepat, warnanya menarik, dagingnya tebal, tahan penyakit dan sebagainya.

            Pada tahap pascapanen hasil perikanan, bioteknologi mampu mengubah ikan melalui proses transformasi biologi hingga dihasilkan produk yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Sudah sejak abad 11, manusia sebetulnya menggunakan prinsip dasar ini. Pembuatan pangan seperti peda, kecap ikan, terasi ikan merupakan hasil bioteknologi.

Bioteknologi pada Rekayasa Genetika Ikan

       Genetika merupakan salah satu ilmu dasar yang penting untuk menjelaskan berbagai pola pewarisan gen dalam populasi, genetik fenotip kualitatif dan kuantitatif yang mengekspresikan sifat unggul dan landasan teori dasar dari program seleksi ataupun program persilangan antara spesies atau famili. Gen dan kromosom ikan direkayasa untuk dimanfaatkan keterkaitannya dengan seleksi fenotip kuantitatif dan fenotip kualitatif bagi teknik breeding ikan untuk mendapatkan sifat-sifat superior yang diwariskan dari induk dengan seleksi gen unggul kepada keturunannya.

       Dalam arti luas, modifikasi genetik merujuk pada perubahan genetik organism yang tidak ditemukan di alam, termasuk hibrida (keturunan orang tua dari spesies yang berbeda atau sub-spesies). Pengembangan ikan transgenik dimana para ilmuwan menggunakan teknik DNA rekombinan untuk memasukkan materi genetik dari satu organisme ke dalam genom ikan atau organisme air lainnya. Berkembanganya kemampuan memodifikasi hewan secara genetic mengakibatkan pesatnya penelitian tentang rekayasa genetic organisme akuatik (genetically modified organism).

Hewan air, terutama ikan tumbuh dalam sistem akuakultur, menarik perhatian penelitian yang signifikan karena dua alasan utama. Pertama, ikan bertelur dalam jumlah besar dan telur yang lebih mudah dimanipulasi, sehingga memudahkan bagi para ilmuwan untuk memasukkan DNA baru ke dalam telur ikan. Kedua, budidaya merupakan salah satu sektor yang memproduksi makanan tercepat tumbuh secara global, menunjukkan meningkatnya permintaan produk akuakultur. Sejak tahun 1984, budidaya komersial telah berkembang pada tingkat tahunan hampir 10 persen, dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan 3 persen untuk daging ternak dan tingkat 1,6 persen pertumbuhan untuk penangkapan. Sementara pertumbuhan telah terkonsentrasi di Asia, perikanan budidaya juga merupakan salah satu sektor yang paling cepat berkembang dengan total nilai produk yang dijual meningkat dari $ 45.000.000 pada tahun 1974 menjadi lebih dari $ 978.000.000 pada tahun 1998 . Bahkan, budidaya komersial memproduksi hampir semua ikan lele dan ikan trout serta sekitar satu-setengah dari udang dan salmon di Amerika Serikat.

  1. Pembenihan Selektif

                   Pembenihan selektif, yang merupakan pembenihan ikan secara tradisional, pertama kali dikembangkan pada ikan mas ribuan tahun yang lalu. Namun sampai sekarang pembenihan selektif hanya diterapkan pada ikan untuk konsumsi seperti ikan nila, catfish, dantrout sehingga masih banyak ikan budidaya yang pembenihannya seperti di perairan umum. Program pembenihan secara selektif telah memberikan peningkatan hasil dan pendapatan yang setabil contohnya terdapat peningkatan tingkat pertumbuhan 5‑20% pada ikan budidaya seperti Salmon, Nila dan catfish.

  1. Manipulasi

                   Manipulasi pada bentuk kromosom merupakan teknik yang bisa digunakan untuk menghasilkan organisme ‘triploid’ yaitu organisme dengan tiga bentuk kromosom dimana biasanya suatu organisme Cuma memiliki dua bentuk. Triploid umumnya tidak bisa bereproduksi sehingga ada pemikiran bahwa energi yang dimiliki akan sepenuhnya digunakan untuk meningkatkan perkembangan suatu organisme walaupun belum ada bukti yang menguatkan pemikiran tersebut. Keuntungan triploid lebih terlihat pada fungsi sterilitasnya meskipun tidak mencapai 100%. Contohnya, tiram triploid tidak dapat memproduksi gonad sehingga dapat dipasarkan sepanjang tahun. Hal ini disebabkan produksi gamet (sel kelamin, ovum atau telur pada betina dan sperma pada jantan) membuat tiram yang matang gonad memiliki rasa yang tidak enak.

  1. Budidaya Sejenis (monosex culture)

                   Dalam budidaya perikanan, budidaya sejenis (monosex culture) biasanya lebih menguntungkan dari pada budidaya lainnya. Sebagai contoh, Ikan sturgeon betina menghasilkan caviar, ikan nila jantan tumbuh lebih cepat daripada betina, ikan salmon dan trout betina lebih cepat tumbuh daripada ikan jantan. Produksi ikan secara monosek memberikan banyak keuntungan dan dapat dilakukan dengan cara memanipulasi perkembangan gamet dan embrio. Pemanipulasian dilakukan dalam bentuk denaturalisasi DNA sel kelamin yang dilanjutkan dengan manipulasi bentuk kromosom atau sex reversal menggunakan hormone dan tindakan pembenihan. Penggunaan hormon yang tepat dengan ketat dapat merubah sifat fenotip kelamin ikan. Contohnya, secara genetik ikan nila jantan akan berubah secara fisik menjadi betina dengan pemberian hormone estrogen. Ikan‑ikan jantan ini dikawinkan dengan ikan jantan alami untuk menghasilkan semua anakan ikan nila jantan yang tumbuh lebihcepat dan dapat menghindari perkawinan yang tidak diinginkan yang biasa terjadi pada budidaya nila secara multi‑sex. Pada budidaya ikan nila multi‑sex, perkawinan ikan‑ikan berukuran kecil sering terjadi dan menyebabkan kepadatan yang berlebih. Beberapa anakan jantan dari proses ini memiliki dua kromosom jantan sehingga dapat dijadikansebagai induk untuk pembenihan selanjutnya. Manfaat besar dari teknik ini yaitu semua populasi jantan bisa diproduksi untuk generasi seterusnya tanpa menggunakan hormon (Bocek, 2010 : 3-6).

  1. Hibridasi

Hibridasi merupakan bioteknologi genetik yang semakin mudah dilakukan dengan berkembangnya teknik pembenihan buatan seperti penggunaan kelenjar hipopisa atau hormon lainnya yang merangsang perkembangan gamet dan mendorong pemijahan (pengeluaran telur ikan). Hibridasi bisa digunakan juga untuk menghasilkan anakan satu jenis kelamin (Hibridasi pada ikan nila Nile dan Nila biru)(Ayoola, S.O dan Idowo, A.A., 2008).

  1. Hipofisa

Hipofisasi adalah proses penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa kepada ikan untuk merangsang kematangan gonad. Praktikum ini mengajarkan cara mengambil kelenjar hipofisa pada ikan Mas, Ikan Lele dan Ikan Patin. Contohnya pada ikan Lele.Kepala Ikan Lele dipotong mulai dari mulutnya.Semua bagian mulut, insang dan aborensen organ dibuang hingga hanya menyisakan tulang tempurung kepalanya.Tulang yang melindungi rongga otak dikerok dari bagian dalam kepala hingga otaknya terlihat.Otak dikeluarkan dengan bantuan tusuk gigi.Prosedur terakhir adalah mengeluarkan kelenjar hipofisa dengan bantuan tusuk gigi.Kelenjar hipofisa memiliki bentuk bulat dan berwarna putih.

  1. Perkembangan Teknologi Transgenik

Rekayasa genetik merupakan sebuah istilah yang samar dan pengertiannya menjadi hampir mirip dengan transgenik (transfer gen) seperti ikan trangenik atau Modifikasi Organisme secara Genetik (GMOs). Teknologi ini sedang berkembang dengan cepat dan memungkinkan merubah gen‑gen species yang memiliki keterikatan yang jauh; contohnya, sebuah gen yang menghasilkan protein antibeku telah ditransfer dari ikan laut yang tahan dingin ke buah strawberry. Transfer gen pada ikan biasanya mencakup gen yang menghasilkan hormon pertumbuhan dan hal ini telah dibuktikan dengan peningkatan tingkat pertumbuhan yang tinggi pada ikan mas, catfish, salmom, ikan nila, mudloach,dan trout. Gen anti‑beku yang diterapkan pada tanaman juga diterapkan pada ikan salmon dengan harapan dapat memperluas pembudidayaan ikan tersebut. Produksi protein gen ini tidak cukup untuk memperluas jangkauan ikan salmon di perairan dingin tetapi gen ini memungkinkan salmon untuk terus berkembang selama musim dingin dimana ikan salmon non‑transgenik (Zohar, 2013 : 32-38).

TEKNIK TRANSFER GEN

  1. Mikroinjeksi

Teknik mikroinjeksi yang dikembangakan dari teknik produksi tikus transgenik merupakan teknik yang umum digunakan dalam introduksi gen pada ikan. Gen yang akan diintroduksi disuntikan ke sel mengunakan gelas pipet yang sangat kecil (diameter ujung jarum sekitar 0,05–0,15 mm). Pekerjaan ini dilakukan di bawah mikroskop dengan bantuan sebuah mikromani-pulator pengatur gerak jarum suntik dan volume larutan DNA yang akan disuntikkan. Namun demikian, terdapat dua masalah dalam pengaplikasian teknik ini pada ikan (Yoshizaki 1998).Masalah pertama adalah inti telur ikan yang telah dibuahi relatif sulit diidentifikasi dimikroskop karena ukurannya kecil dan volume sitoplasma besar (Hacket 1993). Korion telur sangat keras dan sulit ditembus oleh mikropipet merupakan masalah kedua yang dihadapi pada kan.

Untuk mengatasi masalah tersebut di atas, beberapa cara telah dikembangkan untuk beberapa spesies berbeda. Beberapa peneliti menyuntikan gen ke inti telur medaka yang belum matang. Telur yang belum matang tersebut diinkubasi secara in vitro. Pada fase ini inti telur (disebut sebagai germinal vesicle) sudah kelihatan dan akan matang secara spontan dengan cara in vitro. Sebagai tambahan, telur medaka sangat keras setelah dibuahi sehingga penyuntikan pada saat tersebut dengan korion yang lembut akan lebih mudah. Akan tetapi, induksi pematangan telur secara in vitro memerlukan prosedur yang rumit dan membutuhkan waktu relatif lama pada spesies tertentu. Oleh karena itu, kelompok peneliti lain membuat ikan transgenik dengan cara menyuntikkan gen dengan jumlah copy yang banyak ke sitiplansma telur yang telah dibuahi sebagai alternatif penyuntikan ke inti telur.

  1. Elektroforesis

Metode lain yang juga popular digunakan dalam pembuatan ikan transgenik adalah elektroforesis. Prinsip metode ini adalah membuat reparable-holes pada membran sel dengan bantuan aliran listrik yang bergetar (electric pulse).Sel disuspensikan dalam larutan DNA, dan larutan ini dapat masuk ke sel melalui lubang yang telah terbentuk. Pada awalnya, metoda ini dikembangkan untuk kultur sel; namun demikian teknik ini dapat juga diaplikasikan untuk telur dan sperma ikan. Teknik eletroforesis telah digunakan dalam beberapa spesies ekonomis penting seperti channel catfish, carp (Powers et al. 1992), dan salmon (Sin et al. 1993; Symonds et al. 1994). Powers et al. (1992) memproduksi ikan transgenic channel catfish dan carp dengan melakukan elektroforesis mengguna-kan telur yang telah dibuahi. Dalam beberapa kasus, tingkat kelangsungan hidup dan transformasi yang diperoleh dengan elektroforesis tidak setinggi dengan level yang diperoleh dengan teknik mikroinjeksi. Baru-baru ini, laboratorium kami telah mengembangkan teknik elektroforesis ini untuk memperoleh hasil yang lebih baik dengan menggunakan sperma yang telah direhidrasi (Kang et al. 1999). Pertama-tama sperma ikan mas dihidrasi dalam larutan hiperosmotik dan dilanjutkan dengan rehidrasi dengan larutan hyposmotik yang mengandung DNA untuk mengembalikan tekanan osmotic cairan seminal ke kondisi awal. Elektroforesis dilakukan pada saat proses rehidrasi. Tingkat keber-hasilan transfer yang dianalisis menggunakan ikan umur 30 hari adalah sekitar 66%, sedangkan teknik elektro-foresis yang biasa pada kondisi isotonic hanya 20%. Hasil ini menunjukkan bahwa elektroforesis selama rehidrasi dapat meningkatkan penyerapan DNAyang juga berarti meningkatkan frekuensi transfer gen. Meskipun teknik ini belum sempurna, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa cara ini cukup efektif. Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mendapatkan tingkat keberhasilan yang lebih baik dengan metode ini.

  1. Metode Alternatif

Kedua metode transfer gen yang dipaparkan di atas telah digunakan secara rutin pada ikan. Akan tetapi akan menghadapi masalah bila menggunakan ikan yang perkembangan embrionya terjadi di dalam tubuh induknya seperti pada gapi, platy dan swordtail. Juga, umumnya spesies Crustasea yang penting untuk akuakultur seperti udang dan lobster tidak melepaskan telurnya yang baru terbuahi. Akibatnya, transfer gen tidak bisa dilakukan dengan cara mikroinjeksi atau elektroforesis. Alternatif metode transfer gen untuk spesies seperti itu telah dikembangakan oleh Burns et al. (1993) dengan menggunakan bantuan sebuah vektor yang dikenal sebagai replication-defective pantropic retroviral. Vektor ini telah menunjukkan hasil yang efektif dalam menginfeksi sel lines ikan, kadal air, kodok (Xenopus) dan nyamuk (Burns et al., 1993, 1994; Matsubara et al. 1996), dan telur ikan yang baru dibuahi seperti medaka, zebra dan kerang, Mulina lateralis (Burns et al. 1993; Lin et al. 1994; Lu at al. 1996, 1997), dan sukses menghasilkan transgen. Baru-baru ini juga Sarmasik et al. (2001) telah berhasil memproduksi ikan transgenik dengan menyuntukan vektor tersebut ke daerah sekitar gonad ikan gapi (Poecilia lucidai) dan crayfish (Procambarus clarkii). Lu et al. (2002) juga berhasil membuat ikan silver sea bream transgenik dengan menyuntikkan cDNA (hormone pertumbuhan ikan rainbow trout dengan promoter ikan mas -actin) yang dicampurkan dengan liposom ke gonad ikan, dan cara ini disebut sebagai “testis-mediated gene transfer”. Hasil yang diperoleh dengan cara ini relatif sama dengan hasil yang diperoleh dengan cara elektroforesis (Lu et al. 2002) (Alimuddin dkk, 2003: 42-43)

2.2.2 Bioteknologi pada Media Budidaya Ikan (Pra panen)

                 Bioteknologi merupakan kajian ilmu tentang kehidupan makhluk hidup yang bersandar pada kemampuan dari kemajuan teknologi dimana memadukan pengetahuan alam khususnya makhluk hidup dengan teknologi. Dan bioteknologi perikanan merupakan perpaduan kemajuan teknologi dengan kehidupan makhluk hidup dalam sektor perikanan dimanaperanananya sanagat luas dimulai dari reakayasa media budaidaya perikanan hingga sampai pada pasca panen hasil perikanan. Dari bioteknologi perikanan dapat memudahkan manusia dalam memproduksi hasil perikanan menjadi lebih efektif dan efisien terlihat dalam hal seperti budidaya perikanan, pengolahan dan pemanfaatan limbah, pengolahan hasil perikanan, dan lain sebagainya, dalam arti sempitnya bioteknologi perikanan merupakan ilmu yang dibutuhkan di setiap rantai produksi dari hulu ke hilir. Media dari bioteknologi perikanan salah satunya berupa mikroba yang telah terbukti mempertahankan kualitas media budidaya sehingga aman untuk digunakan sebagai media budidaya ikan. Pada tahap pasca panen hasil perikanan, bioteknologi mampu mengubah ikan melalui proses transformasi biologi sehingga menghasilkan produk yang aman untuk dikonsumsi dan sangat bermanfaat bagi kelangsungan dan memenuhi kebutuhan hidup manusia. Contoh contoh produk dalam bidang perikanan yang dihasilkan melalui konsep dan prinsip bioteknologi dengam menggunakan mikroba. Seperti peda, kecap ikan dan terasi ikan. Mikroba mempunyai peranan khusus dalam kinerja hasil dari bioteknologi perikanan itu sendiri. Produk perikanan yang memanfaatkan mikroba sebagai agen bioteknologi adalah probiotik yang dapat dijadikan sebagai suplemen makhluk hidup. Tentunya banyak jenis probiotik yang digunakan. Probiotik membantu atau berperan mengurai zat makanan menjadi lebih sederhana sehingga mudah dicerna.

Probiotik sendiri adalah biakan mikroba menguntungkan yang diberikan sebagai suplemen makanan yang mempunyai pengaruh menguntungkan pada kesehatan mahluk hidup, baik manusia, binatang dan tumbuhan. Mikroflora yang digolongkan sebagai probiotik adalah mikroba yang memiliki sifat menguntungkan. Contoh mikroba yang termasuk probiotik antara lain Lactobacilli dan Bifidobacteria.

Dalam perikanan probiotik menghasilkan komposisi zat makanan yang lebih sederhana (asam amino, asam lemak, gula-gula sederhana, vitamin dan mineral organik),probiotik juga digunakan untuk produk perikanan seperti terasi, bekasam, vaksin untuk ikan, pakan ikan, dll.

 Berikut peranan mikroba tersebut :

  1. Penghancur limbah organik,

Dalamsegi ekologis perairan limbah merupakan faktor penghambat dalam dunia perikanan, terlebih lagi itu merupakan limbah yang sulit dilakukan oleh tangan manusia itu sendiri. Mikroba dalam hal ini, dapat menjadi dekomposer positif dengan mengurai  limbah menjadi bahan yang ramah lingkungan.

  1. Recycling hara

Di dunia perikanan hara merupakan nutrien dan dalam rantai makanan, hara merupakan faktor primer dalam kelangsungan produktivitas rantai produksi perikanan. Namun, hara dapat menjadi zat yang sangat beracun apabila dalam kuantitas yang sangat banyak dan beresiko menyebabkandepletion oxygen (penurunan kadar oksigen) di perairan. Mikroba dalam hal ini dapat membantu percepatan unsur hara ini untuk mendaur ulang hara tersebut menjadi energi fosil walaupun membutuhkan waktu yang sangat panjang, namun proses ini tidak lepas dari peranan mikroba tersebut.

  1. Merangsang pertumbuhan

Dalam budidaya terutama, mikroba dapat merangsang pertumbuhan untuk cepat tumbuh dan berkembang menjadi potensi produksi yang sangat besar.Dengan memberikan mikroba diharapkan komoditas perikanan mampu cepat tumbuh dan bereproduksi dengan hasil yang diharapkan.

  1. Biokontrol pathogen

Mikroba dalam hal ini banyak berperan dalam pengolahan hasil perikanan dimana hasil perikanan pasca panen yang menjadi keresahan masyarakat dalam hal pendistribusian hasil perikanan mereka karena sifat alami dari produk/komoditas perikanan sendiri yang cepat busuk, namun bioteknologi hal ini menjawab keresahan masyarakat dengan mendatangkan mikroba sebagai kompetitor dari bakteri patogen tersebut sehingga pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri dapat terkontrol dan diredam kuantitasnya dengan mengisolasi bakteri patogen, agar outputnya produk perikanan dapat tahan lama dan pendistribusiannya dapat lebih lancar terlebih lagi yaitu sehat dan higienis.

Rekayasa yang dilakukan oleh manusia untuk memanfaatkan mikroba sebagaiagen bioteknologi yaitu:

Dengan menggunakan teknik transgenik pada ikan yang telah dimulai dengan mengintroduksi gen tertentu kepada organisme hidup lainnya. serta mengamati fungsinya secara in vitro. Dalam teknik ini, gen asing hasil isolasi di injeksi secara makro ke dalam telur untuk memproduksi telur ikan yang mengandung gen asing tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan ikan transgenik, yaitu:

  • Isolasi gen (clone DNA) yang akan diinjeksi pada telur.
  • Identifikasi gen pada anak ikan yang telah mendapatkan injeksi gen asing tadi.
  • Keragaman dari turunan ikan yang diinjeksi gen asing tersebut.

Kedua adalah terasi ikan, mikroorganisme yang berperan dalam proses pembuatan terasi yaitu bakteri Lactobacillus dan bakteri mesofil. Mikroorganisme dimanfaatkan untuk mengubah laktosa menjadi asam laktat, Mikroorganisme digunakan  pada saat pematangan yaitu dalam proses pembentukan aroma khas terasi.

2.2.3 Produk bioteknologi pasca panen

Produk perikanan yang memanfaatkan mikroba sebagai agen bioteknologi dan peranannya dalam produksi pasca panen anatar lain:

  1. Terasi

Proses pembuatan terasi dilakukan secara fermentasi. Selama fermentasi protein dihidrolisis menjadi turunan-turunannya, seperti pepton, pe[tida dan asam-asam amino. Fermentasi juga menghasilkan ammonia yang menyebabkan terasi berbau merangsang.Di dalam masakan, terasi digunakan sebagai penyedap dan menimbulkan cita rasa.Adapun proses pembutaan terasi adalah sebagai berikut:

  1. Udang rebon atau ikan teri dicuci hingga bersih, kemudian dijemur sampai kering dibawah sinar matahari. Penjemuran dilakukan selama 2-3 hari.
  2. Bahan tersebut kemudian dicampur dengan garam sebanyak 13% fan tepung sambil diremas-remas. Pada terasi bermutu rendah sering ditambahkan bahan-bahan lain supaya volumenya meningkat.
  3. Kedalam campuran ini dtambahkan sedikit air dan diaduk terus menerus sampai membentuk adonan yang kompak dan padat. Adonan ini kemudian dijemur dalam bentuk lempengan-lempangan kecil selama 3-4 hari.
  4. Setelah selesei masa penjemuran, lempengan-lempengan adonan tadi dirtumbuk halus dan diberi sedikit air sampai membentuk adonan yang menggumpal dan kokoh. Adonan tersebut dibungkus dengan dun pisang kering/plastik

  1. Peda

Peda merupakan produk fermentasi dengan bahan baku ikan. Pada umumnya dibuat untuk ikan yang berkadar lemak tinggi. Selama atau pada waktu fermentasi akan terjadi perubahan kimia antara lain proses reaksi pada lemak yang memberikan cita rasa khas. Jenis ikan yang dapat diolah menjadi ikan peda antara ain ikan Kembung, ikan Layang, Selar, ikan Mas, Tawes dan ikan Mujair. Tetapi ternyata hasil yang paling memuaskan adalah ikan Kembung, baik Kembung betina maupun jantan. Sedangkan untuk jenis ikan lainnya memiliki cita rasa yang masih kalah dengan ikan Kembung bila diolah menjadi peda. Berdasarkan pembuatannya dikenal dua jenis peda, yaitu peda putih dan peda merah.Perbedaan tersebut dikarenakan bahan baku yang digunakan.

  1. Bekasam

Bahan baku yang digunakan untuk membuat bekasam pada umumnya adalah ikan air tawar. Proses pengolahan ini umumnya menggunakan bahan-bahan tambahan untuk berhasilnya fermentasi misalnya sumber karbohidrat, dan berjalan anaerobik, karbohidrat tersebut akan diuraikan menjadi gula sederhana dan selanjutnya menjadi alkohol dan asam, basil fermentasi inilah yang akan menjadi bahan pengawet ikan dan juga memberi rasa dan aroma khas. Karbohidrat yang ditambahkan pada umumnya nasi, beras sangrai dan tape ketan.

  1. Petis

Petis merupakan produk mirip kecap, tetapi umumnya lebih kental, dibuat dari pemakatan air rebusan ikan dalam pembuatan pindang atau pembuatan ebi.Petis merupakan bahan makanan yang umunya digunakan sebagai perangsang makanan (bumbu masak) yang sedap, bergizi dan mempunyai nilai yang lebih tinggi.

  1. Kecap ikan

Kecap ikan adalah kecap yang terbuat dari ikan. Adapun proses pembutannya adalah sebagai berikut:

Proses pembuatan Kecap Ikan

  1. Pengolahan ikan segar

Dipilih ikan yang segar yang dapat diperoleh dari berbagai jenis ikan sehingga dapat menggunakan hasil tangkapan yang bernilai ekonomis rendah, daya simpan lama, memiliki cita rasa dan aroma yang enak.

  1. Pencucian dan penyortiran

Dalam tahap ini dilakukan pencucian dan pemisahan antara ikan berukuran besar dan kecil.

  1. Bila menggunakan ikan ukuran  sedang  dan besar,  ikan harus disiangi untuk membuang jeroan, insang dan penghilangan tulang-tulang.  Kemudian ikan dicuci, dibelah dan dipotong-potong berukuran 3-4 cm.
  2. Bila  menggunakan  ikan  berukuran  kecil  (teri)  ikan  cukup  dicuci  dan ditiriskan
  3. Penyusunan  dalam Fermentor
  • Kecap No. 1

      Dasar wadah fermentor ditaburi dengan garam yang telah ditumbuk halus setinggi 0,25 cm, kemudian  ikan  disusun membentuk  satu  lapisan.Di atas  lapisan  ini  ditaburi  lagi  garam  setinggi  0,25  cm  secara  merata, kemudian diatasnya disusun lagi satu lapis ikan. Demikian  seterusnya sampai wadah  penuh.  Garam yang digunakan  adalah  20 % dari  berat ikan karena pada proses penggaraman pada pengolahan ikan akan menyebabkan hilangnya protein ikan sebesar 5% tergantung pada kadar garam dan lama penggaraman, untuk itu dianjurkan garam yang ditambahkan tidak melebihi 40 bagian dari berat ikan artinya pada proses ini setiap 1 kg ikan membutuhkan 200 g garam halus.

  • Kecap No. 2

Ikan-ikan yang belum hancur, dapat ditambahkan garam 5% dari berat ikan semula. Kemudian Dilakukan perlakuan yang sama seperti pada fermentasi kecap no 1.

  1. Penutupan fermentor dan diberi pemberat

Wadah ditutup rapat ini berfungsi agar udara dari luar tidak masuk. Karena ketersediaaan oksigen harus diatur selama proses fermentasi. Hal ini berhubungan dengan sifat mikroorganisme yang digunakan. Untuk bakteri-bakteri penghasil asam tidak membutuhkan oksigen selama proses fermentasi berlangsung.

  1. Proses fermentasi

Disimpan (difermentasi) selama 3-6 bulan. Selama proses fermentasi terjadi hidrolisis jaringan ikan oleh enzim-enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Peran enzim-enzim ini adalah sebagai pemecah ikatan polipeptida-polipeptida menjadi ikatan yang lebih sederhana.Mikroorganisme yang berkembang selama fermentasi ikan tidak diketahui sepenuhnya.Walaupun demikian diperkirakan jenis-jenis bakteri asam laktat seperti Laucosotic mesenterides, Pediococccus cerevisiae dan Lactobacillus plantarum berkembang.Beberapa jenis khamir juga diperkirakan ikut berkembang dalam fermentasi.

  1. Penyaringan

Setelah  masa  fermentsi  tersebut,  saluran  cairan  pada  bagian  wadah dibuka,  dan ciran yang keluar ditampung  melalui kain saring (2 lapis). Penyaringan berfungsi agar mendapatkan kecap ikan yang jernih bebas dari ampas dan kotoran lainnya.

  1. Pembotolan dan pasteurisasi

Kecap  yang  masih  panas  segera  dimasukkan  ke  dalam  botol,  kemudian ditutup rapat dan diberi label. Proses pasterisasidapat dilakukan dengan cara pemanasan botol. Pasterisasi berfungsi untuk membunuh kuman atau bakteri dari luar yang dapat merusak kualitas kecap ikan (Rahman, 2014)

http://akmalarrahmanalzaky.blogspot.com/2014/05/kecap-ikan.html

            Semua produk-produk diatas merupakan hasil fermentasi. Fermentasi merupakan suatu cara pengolahan melalui proses memanfaatkan penguraian senyawa dari bahan-bahan protein kompleks. Protein kompleks tersebut terdapat dalam tubuh ikan yang diubah menjadi senyawa-senyawa lebih sederhana dengan bantuan enzim yang berasal dari tubuh ikan atau mikroorganisme serta berlangsung dalam keadaan yang terkontrol atau diatur.

Cara fermentasi pada dasarnya hanya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Proses fermentasi yang memungkinkan terjadinya penguraian atau transformasi yang nantinya akan mampu menghasilkan suatu produk dengan bentuk dan sifat yang sama sekali berbeda (berubah) darikeadaan awalnya. Misalnya saja dalam pengolahan terasi, kecap ikan dan ikan peda.
  2. Proses fermentasi yang menghasilkan senyawa-senyawa, secara nyata akan memiliki kemampuan atau daya awet dalam produk yang diolah tersebut, misalnya dalam pembuatan ikan peda. Proses fermentasi yang terjadi pada ikan merupakan proses penguraian secara biologis atau semibiologis terhadap senyawa-senyawa komplek terutama protein menjadi senyawasenyawa yang lebih sederhana dalam keadaan terkontrol. Selama proses fermentasi, protein ikan akan terhidrolisis menjadi asam-asam amino dan peptida, kemudian asam-asam amino akan terurai lebih lanjut menjadi komponen-komponen lain yang berperan dalam pembentukan cita rasa produk.

Proses fermentasi ikan yang merupakan proses biologis atau semibiologis padaprinsipnya dapat dibedakan atas empat golongan, yaitu sebagai berikut :

  1. Fermentasi menggunakan kadar garam tinggi, misalnya dalam pembuatan peda, kecap ikan, terasi dan bekasem.Fermentasi garam dapat dibedakan dengan dua cara, yaitu :
  2. Fermentasi dengan cara penggaraman kering, biasanya dilakukan terhadap ikanikan yang mempunyai kandungan lemakrendah.
  3. Fermentasi dengan cara penggaraman basah, yaitu merendam di dalam larutan garam dan cara tersebut biasanya dilakuka terhadap ikan-ikan berlemak tinggi.
  4. Fermentasi menggunakan asam-asam organik, misalnya dalam pembuatan silase ikan dengan cara menambahkan asam-asam propionat dan format.
  5. Fermentasi menggunakan asam-asam mineral, misalnya dalam pembuatan silase ikan menggunakan asam-asam kuat.
  6. Fermentasi menggunakan bakteri, misalnya dalam pembuatan bekasem dan chao teri.

Produk fermentasi yang menggunakan kadar garam tinggi mengakibatkan rasa asin, sehingga sumber protein yang diambil hanya sedikit.Fermentasi menggunakan asam organic belum popular dikalangan nelayan.Cara pengolahan dengan menggunakan prinsip fermentasi yang paling mudah dilakukan adalah proses fermentasi menggunakan bakteri asam laktat.

2.3 Manfaat dan Efek Samping Bioteknologi di Bidang Perikanan

2.3.1 Manfaat

            Bioteknologi telah menciptakan ikan berkarakter genetis khas yang dihasilkan melalui rekayasa gen. Melalui rekayasa gen, dapat diciptakan ikan yang tumbuh cepat, warnanya menarik, dagingnya tebal, tahan penyakit dan sebagainya. Pada tahap pascapanen hasil perikanan, bioteknologi mampu mengubah ikan melalui proses transformasi biologi hingga dihasilkan produk yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Sudah sejak abad 11, manusia sebetulnya menggunakan prinsip dasar ini. Pembuatan pangan seperti peda, kecap ikan, terasi ikan merupakan hasil bioteknologi.

            Ketahanan pangan merupakan isu global yang sekarang sedang ramai dibicarakan. Alasannya jelas, pada tahun 2033 populasi manusia di dunia akan mencapai sektar 12 miliar jiwa. Sebagian besar penduduk tersebut adal di benua Asia. Berdasarkan hal tersebut, diperkirakan pada tahun 2010 kebutuhan pangan penduduk Asia akan melampaui persediaan yang ada.

            Kondisi ini membuat Negara Indonesia harus bekerjakeras memenuhi kebutuhan pangannya, sehingga peristiwa kelangkaan pangan di atas tidak perlu dialami. Langkah pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan sudah mulai terlihat, salah satu komitmennya adalah meningkatkan produksi ikan menjadi tiga kali lipat dari periode sebelumnya.

2.3.2 Dampak negatif

Dalam bidang perikanan, kebutuhan adanya penerapan teknologi sangat dinantikan, mengingat adanya penangkapan ikan yang melebihi potensi lestari (over fishing), banyaknya terumbu karang yang rusak dan dengan adanya peningkatan konsumsi ikan.Menteri Kelautan dan Perikanan, Sarwono mengakui adanya kebutuhan penerapan teknologi, tetapi beliau juga mengakui adanya ketakutan pada dampak penerapan teknologi tinggi.

Penelitian bioteknologi dalam bidang perikanan, di utamakan pada tiga kelompok, yaitu: akuakultur, pemanfaatan produksi alam dan prosesing bahan makanan yang bernilai ekonomi tinggi. Pengembangan bioteknologi di bidang akuakultur meliputi seleksi, hibridasi, rekayasa kromosom dan pendekatan biologi molekuler seperti transgenik sangat dibutuhkan untuk menyediakan benih dan induk ikan.

Pada akuakultur, program peningkatan sistem kekebalan ikan telah dilakukan dengan menggunakan vaksin, imunostimulan, probiotik dan  bioremediasi. Vaksin dapat memacu produksi antibiotik spesifik dan hanya efektif untuk mencegah satu patogen tertentu. Imunostimulan merupakan teknik meningkatkan kekebalan yang non spesifik, misalnya  lipopolysaccharide dan B-glucan yang telah diterapkan untuk ikan dan udang di Indonesia. Probiotik diaplikasikan pada pakan atau dalam lingkungan perairan budidaya sebagai penyeimbang mikroba dalam pencernaan dan lingkungan perairan.

Pada tahun 1980 penelitian transgenik pada ikan telah dimulai dengan mengintroduksi gen tertentu kepada organisme hidup lainnya serta mengamati fungsinya secara in vitro. Dalam teknik ini, gen asing hasil isolasi diinjeksi secara makro ke dalam telur untuk memproduksi galur ikan yang mengandung gen asing tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan ikan transgenik, yaitu: 1) isolasi gen (clone DNA) yang akan diinjeksi pada telur, 2) identifikasi gen pada anak ikan yang  telah mendapatkan injeksi gen asing tadi,  dan 3) keragaman dari turunan ikan yang diinjeksi gen asing tersebut (Shandy, 2012)

https://nhychandy.wordpress.com/2012/11/08/dampak-bioteknologi/

Bioteknologi telah banyak menghasilkan produk untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.Namun, perlu diperhatikan juga dampak negatif dari produk-produk tersebut.Berikut dampak negatif yang mungkin diakibatkan dari produk bioteknologi.

  1. Alergi

            Gen asing yang disisipkan pada organisme yang menjadi makanan manusia dapat menyebabkan alergi pada individu tertentu. Untuk mencegahnya, perlu dilakukan pengujian dalam jangka waktu yang lama.Hal ini dilakukan untuk memastikan ada tidaknya dampak atau efek negatif dari produk tersebut.Selain itu, produk yang mengandung organisme hasil rekayasa genetika harus diberi label dengan jelas guna memberi informasi kepada konsumen mengenai produk yang dikonsumsi.

  1. Hilangnya Plasma Nutfah

            Plasma nutfah atau keanekaragaman makhluk hidup dapat musnah akibat dari perkembangan bioteknologi karena hanya mempertahankan organisme yang unggul saja. Sedangkan organisme tidak unggul akan punah. Hilangnya plasma nutfah dapat ditanggulangi dengan cara melakukan pemeliharaan berbagai jenis hewan dan tumbuhan di suatu situs konservasi tertentu

  1. Rusaknya Ekosistem

            Gangguan terhadap kondisi normal lingkungan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Contohnya adalah tanaman kapas Bt dapat membunuh hama ulat yang memakannya. Namun kapas Bt juga berpotensi menyebabkan larva kupu-kupu lain matiyang merupakan organisme nontarget.

Sumber ;https://www.academia.edu/11496464/bioteknologi_perikanan

                                                                                     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Primadona Ikan Konsumsi

November 8, 2009 pukul 10:08 am | Ditulis dalam Primadona Konsumsi | 27 Komentar
Tag:

YANG POTENSIAL DIBUDIDAYAKAN SEA FARMING

diolah dari berbagai sumber

BUKAN KERAPU BEBEK YANG DIBUDIDAYA DJAYA SURYANA PADA 20 KARAMBA JARING APUNG (KJA) MILIKNYA DI PADANGCERMIN, TELUK LAMPUNG. DJAYA MENEBAR KERAPU KERTANG.

Kerapu bebek Cromileptes altivelis selama ini paling banyak dibudidayakan di Teluk Lampung. Maklum, inilah kerapu dengan harga jual menggiurkan. Pengepul berani membeli seharga Rp350.000-Rp500.000 per kg. Kerapu-kerapu itu mayoritas masuk pasar ekspor. Negara penyerap utama adalah Hongkong, China, dan Taiwan.

Sejatinya tak hanya kerapu bebek yang dibudidayakan. Kerapu macan Epinephelus fuscoguttatus dan lumpur E. coioides juga kelompok kerapu demersal yang sukses dibudidayakan peternak tanahair.

Harganya? Memang jauh dibanding kerapu bebek, macan Rp80.000-Rp130.000/kg dan lumpur Rp60.000 per kg. Toh jenis-jenis itu tetap diserap pasar mancanegara.

Kertang termasuk jenis kerapu yang diminati pasar. Harganya berkisar US$9-US$9,5 setara Rp106.560-Rp112.480 (kurs rupiah US$=Rp11.840) per kg. Sayangnya kerapu yang dapat mencapai bobot 500 g per ekor dalam tempo 6-7 bulan itu masih mengandalkan tangkapan alam. Belakangan Balai Budidaya Laut (BBL) Lampung sukses menangkarkan jenis yang dilirik konsumen Singapura, Jepang, dan Taiwan itu.

Indonesia kaya jenis kerapu. Paling tidak terdapat 46 jenis anggota keluarga Serranidae itu yang tersebar di seluruh laut Nusantara. Semua ikan yang kaya kandungan protein antara lain Eicosapentaenoat Acid (EPA) dan Deicosahencanoic Acid (DHA) itu berprospek untuk dibudidayakan. Namun, sejauh ini hanya beberapa yang telah dicoba karena memiliki nilai ekonomi tinggi seperti kerapu bebek, macan, dan lumpur. Belakangan jenis kertang mulai dilirik.

Kertang Epinephelus lanceolatus

Kertang Epinephelus lanceolatus memiliki beberapa kelebihan. Ia tahan perubahan lingkungan dan penyakit. Giant grouper-sebutan kertang di Inggris-mampu hidup pada salinitas rendah, berkisar 5-33 ppt; kerapu lain umumnya 31-34 ppt. Laju pertumbuhan kertang cepat. Untuk mencapai ukuran 5-7 cm dibutuhkan 25-35 hari. Kertang dewasa dapat mencapai panjang tubuh 3 m. Di Indonesia kertang tersebar di perairan Padang, Bengkulu, Kepulauan Seribu, Karimunjawa, Bawean, Flores, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Sunu Plectropomus leopardus

Ikan yang dikenal sebagai coral trout-kerapu karang-ini punya ciri corak warna merah atau cokelat kehijauan bertotol biru. Sunu Plectropomus leopardus dewasa, umur 4 tahun atau lebih, dapat mencapai panjang 35-120 cm dengan bobot sampai 9 kg/ ekor. Harga sunu lebih mahal dibanding kertang, mencapai Rp189.440-Rp307.840 per kg. Sunu di tanahair terdapat di Padang, Bengkulu, Teluk Banten, Kepulauan Seribu, Karimunjawa, Bawean, Sulawesi Utara, Kepulauan Sangir, Ternate, Bacan, Ambon, Banda, Kepulauan Kei, dan Flores.

Lodi

Fisiknya mirip sunu, tapi totol warna birunya lebih jarang. Ikan berdaging lembut ini dapat mencapai panjang 70 cm dengan bobot 6 kg/ekor. Harganya sama dengan sunu. Penyebaran lodi Plectropomus maculatus selama ini ada di Padang, Nias, Sibolga, Kepulauan Seribu, Karimunjawa, Sulawesi Selatan, Teluk Banten, Halmahera, dan Ternate.

Malabar Epinephelus malabaricus

Sosoknya mirip lumpur E. coioides. Tubuhnya memanjang dan gilik dengan warna dasar abu-abu muda dan bintik-bintik di tubuh. Bedanya, bintik malabar hitam dan ukurannya lebih kecil. Malabar Epinephelus malabaricus yang mudah dijumpai di perairan karang, muara, mangrove, dan perairan berlumpur itu dapat mencapai panjang 115 cm dan bobot 25 kg/ekor. Malabar banyak terdapat di Kepulauan Seribu, Karimunjawa, Bawean, Padang, Bengkulu, Nias, Aceh, Sumatera Utara,

Batu Cephalopholis boenack

Kerapu jenis ini hidup di sela-sela karang mati. Tubuhnya berwarna dasar cokelat dengan pita-pita vertikal hitam pucat. Kerapu yang hidup di perairan dangkal hingga kedalaman 30 m itu ukurannya relatif kecil, sekitar 22 cm. Nah, sejak populasi kerapu-kerapu besar di Hongkong menurun drastis, kerapu batu Cephalopholis boenack menjadi buruan nelayan. Di Indonesia, brown coral cod ini tersebar di perairan pantai barat Sumatera, Bangka, Belitung, Kalimantan Timur, Kepulauan Seribu, Karimunjawa, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Buru, dan Ambon. Sumber: Trubus.

 

Primadona Ikan Hias

November 8, 2009 pukul 10:02 am | Ditulis dalam Primadona Ikan Hias | 11 Komentar

IKAN HIAS

diolah dari berbagai sumber

Sejalan dengan lajunya pembangunan indonesia, maka perkembangan perikananpun mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal ini dimungkinkan karena pada hakekatnya Kota Jakarta merupakan Wilayah konsumen yang potensil, sehingga sangat mendukung dalam usaha pemasarannya.

ikan_hias

Mengamati kegiatan usaha Perikanan khususnya ikan hias tentunya tak dapat dipisahkan dengan sarana penunjang yang yang tak kalah pentingnya dengan usaha ikan hias itu sendiri yaitu “AQUARIUM” karena betapun indahnya ikan hias apabila tidak ditunjang dengan penampilan aquarium serta dekorasi yang memadai, maka sesungguhnya nilai keindahan itu telah berkurang dan ini hanya bisa dicapai melalui penanganan yang tekun dan berkelanjutan.

ikan_hias_2

Untuk mengembangkan usaha ikan hias diwilayah DKI Jakarta dilaksanakan melalui Pusat Promosi Hasil-hasil Perikanan yang beralokasi di Jalan Sumenep, Jakarta Pusat.

PERLENGKAPAN AQUARIUM

  1. Aquarium dalam keadaan bersih dan tidak bocor
  2. Tanaman hdiup secukupnya
  3. Bahan-bahan dekorasi: pasir bersih (tidak mengandung lumpur), koraltex, akar kayu dan batu karang
  4. Pompa udara (aerator) sebagai alat penambah oksigen dalam air
  5. Lampu neon ultra violet pada malam hari dapat menimbulkan rasa alami yang mempesona
  6. Filter yang dihubungkan dengan aerator berfungsi sebagai penyaring kotoran dalam air
  7. Peralatan lainnya: slang plastik, serokan dan pembersih kaca.

aquarium_1

TEKNIS DEKORASI AQUARIUM

  1. Pasir dimasukkan kedalam aquarium lalu diatur/dipadat sambil diberi percikan air secukupnya.
  2. Kemudian tanaman air ditanam dengan cara dibenamkan kedalam pasir (tanaman yang lebih tinggi diletakkan dibagian belakang)
  3. Setelah diperkirakan siap untuk didekor, maka sebelum diisi air permukaan tanaman dan pasir ditutup dengan kertas koran atau plastik. Hal ini dilakukan dengan maksud agar tekanan air tidak merusak tanaman dan tidak menimbulkan kekeruhan.
  4. Air dalam aqurium ditunggu sampai kotorannya mengendap, lalu ikan dimasukkan (diusahakan jenis ikan yang tidak saling memangsa)
  5. Tahap selanjutnya aerator dipasang sesuai ukuran aquarium, tapi bila tersedia banyak tanaman hidup, aerator cukup dipasang pada malam hari saja
  6. Aquarium diletakkan ditempat yang datang agar tekanan air merata dan diusahakan jangan terlalu banyak terkena sinar matahari karena akan mempercepat tumbuhnya lumut.

MAKANAN IKAN

  • Makanan ikan hias air tawar terdiri dari 2 macam yaitu: makanan alami seperti kutu air (Moina) cacing rambut (Fubifek, Chironomus) dan lawa nyamuk (cuk).
  • Makanana alami harus dibersihkan/dibilas terlebih dahulu dengan air bersih sebelum di berikan pada ikan dan satu hari cukup 1 (satu) kali saja
  • Makanan buatan: wafer, tahu, darah ayam/kerbau/marus
  • Makanan buatan sebaiknya diberikan pada saat tidak ada makanan alami
  • Pemberian makanan diusahakan jangan sampai tersisa karena dapat menimbulkan pembusukan/keracunan

MANFAAT

ikan_hias_3Ada beberapa manfaat yang dapat dipetik dari keindahan aquarium ikan hias antara lain:

  1. dapat mendidik rasa cinta alami
  2. merupakan hiburan yang dapat mengendorkan urat syaraf serta menimbulkan rasa tentram di rumah
  3. menambah keindahan ruangan dan tidak memerlukan tempat yang luas
  4. merupakan usaha sambilan yang dapat menambah penghasilan keluarga
  5. menjaga kelestarian sumber daya perikanan

Sumber: Dinas Perikanan, Pemerintah DKI Jakarta, Jakarta

RED BEE (red crystal)

Seekor Rp232-juta Anda mungkin terbelalak bila membaca email yang masuk ke Harlequin Aquatic, perusahaan ekspor-impor ikan hias di bilangan Bambuapus, Jakarta Timur. Surat elektronik yang datang dari Hirotaka Sato, peternak udang hias di Tokyo, Jepang, menyebutkan harga seekor red bee-udang hias baru-di negeri Matahari Terbit mencapai ?2.000. 000 atau setara Rp232-juta.

Itulah harga red bee kualitas A. Ia istimewa lantaran corak dan warna lebih mewah dibanding pendahulunya, red crystal. Lazimnya, warna merah red crystal mendominasi seluruh tubuh dengan garis putih tipis. Red bee hadir dengan tampilan warna putih bak salju hampir menutupi seluruh cangkang. Sedangkan warna merah hanya sedikit menghiasi tubuh.

Selain red bee, black bee juga menjadi incaran mania udang hias dunia. Walaupun harga seekor black bee menyamai harga red bee, si hitam itu tetap diburu. Maklum, warna hitam terang di cangkang black bee lebih keren dibanding bumble bee. Yang mencolok, warna putih lebih banyak dan mendominasi seluruh tubuh.

Kualitas warna memang mempengaruhi harga keduanya. ?Sekarang hobiis ingin warna putih yang dominan. Semakin banyak putihnya semakin mahal,? kata Hendra Iwan Putra, eksportir udang hias. Menurutnya harga bisa melonjak 2-3 kali lipat dibanding red crystal. Itulah sebabnya Hendra memboyong 400-500 red bee dan 200 black bee ke tanahair untuk diternakkan.

Perawatan khusus
Namun, untuk menghasilkan kualitas udang hias seperti red bee dan black bee bukanlah pekerjaan gampang. Peternak di Jepang saja membutuhkan waktu bertahun-tahun agar warna putih lebih banyak dibanding warna lain. Namun, biasanya untuk mendapatkan red bee atau black bee pemilihan indukan menjadi kunci sukses. Induk yang baik dipilih saat berukuran 1, 5 cm. Saat itu perbandingan warna merah dan putih di kulit telah terlihat jelas. ?Kalau putihnya dominan berarti ia calon induk yang baik, ? kata Jeffrey Christian, peternak udang hias.

Indukan yang baik perlu pemeliharaan intensif. Red bee dan black bee membutuhkan suhu dingin, sekitar 21-23o C, untuk mempertahankan kesehatan dan warna tubuh. Selain itu, ia menginginkan derajat keasaman air 6, 8-7, 2. Kesadahan air lunak, 0 – 1 ppm dan bebas polutan. Pakan bloodworm diberikan dengan dosis 1 batang untuk populasi 50-100 ekor, 2 kali sehari.

Ikan hias corydoras merupakan ikan hias primadona ekspor. Permintaan terhadap ikan hias ini datang dari Amerika Serikat, Australia, Jepang dan Eropa. Salah seorang yang menggeluti usaha pembibitan ikan hias corydoras adalah Imam, di aquarium budidaya miliknya di kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang, Banten.

Untuk mencapai tempat pengembang biakkan ikan hias corydoras milik imam dari Jakarta dapat mengambil arah ke Lebak Bulus. Lalu dilanjutkan ke arah Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang, Banten. Di tempat ini, Imam memiliki sekitar 700 aquarium untuk membudidayakan ikan hias corydoras.

Dari sekitar 80 spesies ikan hias corydoras, beberapa diantaranya telah dapat ditangkarkan di Indonesia. Antara lain jenis corydoras sterbey, panda, adolfoi dan albino. Corydoras adolfoi aslinya berasal dari Brazil. Permintaan dari luar negeri untuk ikan hias jenis ini bisa mencapai puluhan ribu ekor per bulan.

Proses pembibitan ikan hias dimulai dari perkawinan antara ikan jantan dan betina. Setelah dua bulan dikawinkan, satu indukan ikan corydoras dapat menghasilkan 200 hingga 500 telur. Telur akan menetas dalam waktu 3 hingga 5 hari. Dan berubah menjadi larva.

Setelah berusia 11 hari, larva berkembang menjadi anakan dan disortir, lalu ditempatkan di aquarium yang maksimal berisi 300 anak ikan. Membudidayakan ikan hias corydoras perlu ketelitian dan kesabaran, karena resiko kematiannya tinggi. Tingkat keasaman air harus dijaga pada posisi 7,2, dan suhu 26 derajat celcius.

Ikan hias corydoras harga jualnya ditentukan berdasarkan ukurannya. Permintaan paling banyak untuk jenis corydoras sterbey dan panda. Ikan yang dijual umumnya berukuran midle atau sedang. Untuk ikan corydoras sterbey, permintaan biasanya untuk ukuran panjang 2,5 centimeter. Sedangkan jenis panda ukuran panjang 2,8 centimeter.

Setiap bulannyanya, tidak kurang dari 50 ribu ekor ikan hias didistribusikan dari tempat ini. Sebagian besar untuk pasaran ekspor. Permintaan dari luar negeri biasanya paling banyak pada bulan September hingga Januari. Harga ikan hias corydoras sterbey ukuran sedang sekitar 4.500 rupiah per ekor. Sedangkan ikan corydoras panda sekitar 1.250 rupiah per ekor.(Helmi Azahari/Dv)

dari : indosiar.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Para pembudidaya (breeder) ikan hias Neon Tetra mengaku kewalahan menghadapi permintaan ekspor. Aditya Satya, salah satu breeder di Sawangan, Depok, Jawa Barat, mengatakan permintaan dari eksportir akan ikan Neon Tetra itu dua juta ekor per bulan. “Namun, koperasi kami hanya mampu memproduksi satu juta ekor per bulan,” kata Aditya kepada KONTAN.

Pasar ekspor ikan bernama latin Paracheirodon innesi ini terbuka di Singapura, Amerika Serikat, dan Eropa. Selain sebagai ikan hias, di Eropa, ikan Neon Tetra ini diambil zat warnanya untuk bahan kosmetika. Peluang bisnis semakin manis lantaran baru Indonesia dan China yang berhasil membenihkan neon tetra.

Aditya mengatakan anakan ikan berukuran 0,8 cm yang berusia 40 hari dihargai Rp 150 per ekor. Sedang harga neon tetra berukuran 3 cm mencapai Rp 600 per ekor. Kapasitas breeding neon tetra milik Aditya berkisar 120.000-200.000 ekor sebulan.

Aditya mengaku sudah 10 tahun membudidayakan neon tetra. Dia tertarik ikan ini karena permintaannya tak pernah surut. Sejak awal budidaya sampai sekarang, harga ikan ini juga stabil. “Kalau harga ikan kardinal tetra itu bisa naik turun berkali-kali lipat,” ujarnya.  (Dupla Kartini/Kontan)

Black Ghost

Tahukah kalian, ikan Black Ghost (Apteronotus albifrons) asalnya dari Amazon -waw, temennya Kamen Rider Amazon neh- Ukurannya bisa sampe 1/2 m dengan panjang rata-rata sekitar 35 cm. Kalo yang aq beli baru 5 cm-an seh. Kayak bisa kalian liat di gambar, warnanya item (ada temennya, namanya White Ghost-but not perfectly white- n harganya lebih mahal) di ekornya doang ada strip putih. Karena bentuknya yang mirip pisau, melebar di kepala, menyempit sampe ke ekor, ikan ini digolongkan ikan pisau (Knifefishes),
Selain itu, Black Ghost juga ternyata teman seperguruan belut Listrik, cuz ternyata bisa juga menghasilkan listrik (electric fish).Tapi ikan ini cuma bisa menghasilkan listrik lemah (< 1V/cm), frekuensi 0.1 – 10 kHz. Mirip kelelawar yang pake sonar, ikan ini memakai listrik buat ngenalin objek sekitarnya. Sering disarankan, agar tidak melihara 2 atau lebih ikan ini dalam satu tempat, atau dicampur dengan ikan penghasil listrik lainnya, karena diduga bisa mengganggu sistem radar n navigasinya.. Lah, kasian ikan lainnya yang sekandang ma dia, jangan-jangan diisengin n disetrum,,hehehe.. Namuuuuunn,, karena makanannya yang g sesuai harusnya makan cacing rambut -aku kasih pelet biasa- akhirnya cacing ini menghembuskan nafas terakhir beberapa hari setelah aku beli,, huhuhu.. aku kuburin di depan rumah akhirnya..

Lemon Fish

Ikan kedua yang aku pelihara, yaitu ikan lemon. Mungkin dikatain begitu karena sekujur tubuhnya warnanya kuning kayak lemon,, Nama latinnya Neolamprologus leleupi,, lebih akrab disebut leleupi berasal dari danau Tangayika, Afrika. Di habitat aslinya, ikan ini hidup di pH tinggi, sekitar 7.8 sampai 9.0 dan suhu sekitar 25°C – 30°C. Tapi karena ikan” di pasaran itu hasil peranakan turunan, udah bisa beradaptasi dengan lingkunganya, maka g butuh kondisi yang seekstrim itu. Ikan ini gampang dikasi makan loh. Setelah aku beli, n bawa pulang, ikan ini paling rakus makannya dibanding yang laen. Bikin aku seneng ngasih makan,, entah mengapa, keesokan harinya ikan ini mati duluan, lebih pendek umurnya daripada Popo, bahkan belum sempet aku kasih nama.. akhirnya aku kuburin juga di depan rumah.

Ikan buntal mengandungi racun yang menyerang saraf (neurotoxin) yang dipanggil tetrodotoxin. Maklumat saintifik menyatakan ikan buntal adalah haiwan kedua paling beracun selepas Golden Poison Frog dan 1.200 kali lebih keupayaan membunuh berbanding cyanida. Oleh kerana racun ini adalah sejenis neurotoxin, ia boleh menyebabkan kelumpuhan otot-otot penting seperti otot yang terlibat dalam proses pernafasan. Dan sekiranya ini berlaku, ianya boleh membawa maut.

3. Bagaimana ikan buntal boleh dicemari racun?
Memang tidak dinafikan ada orang yang memakan ikan buntal, tetapi tidak mengalami sebarang masalah. Di Jepun, masyarakatnya mempunyai hidangan istimewa ‘fugu’ dari sejenis ikan buntal. Di Korea pula, hidangan istimewa ikan buntal dinamakan ‘bok-uh’Di dalam ikan buntal, racun tetrodotoxin terdapat di kulit, telor(ovaries), hempedu, hati, usus dan kulit. Racun tetrodotoxin ini boleh mencemari isi ikan buntal sekiranya semasa proses menyiang ikan ini, bahagian-bahagian ikan yang mengandungi racun tersebut telah terluka/terpotong, ini menyebabkan racun tersebut terkena isi ikan.Oleh itu, penjual ikan buntal selalunya telah menyiang ikan ini terlebih dahulu dengan membuang kulit, kepala dan isi perut ikan. Hanya mereka yang mahir menyiang ikan buntal dengan kaedah yang betul dapat menyelamatkan isi ikan buntal dari dicemari racun tetrodotoxin ini. Di Negara Jepun misalnya, hanya mereka yang diberi tauliah sahaja dibenarkan menyiang ikan buntal ini. Proses memasak tidak memusnahkan racun ini kerana ianya tahan haba.

4. Apa tanda-tanda keracunan ikan buntal?
Gejala keracunan ikan buntal/hasilnya adalah berpunca dari gangguan toxin terhadap fungsi tubuh manusia. Seseorang yang memakan ikan buntal/hasilnya yang mengandungi racun akan mula mendapat gejala seawal 10 – 45 minit. Mereka akan mendapat kebas mulut dan lidah, mabuk (melayang-layang), pening, loya, muntah, lemah dan seterusnya kelumpuhan anggota, kesukaran bernafas dan boleh pengsan . Keterukan gejala yang dihadapi bergantung kepada jumlah racun yang telah dimakan dan mangsa boleh maut jika tidak dibantu.
5. Bagaimana keracunan ikan buntal dirawat?
Mereka yang mengalami keracunan ikan buntal dinasihatkan mendapatkan rawatan dari doktor dengan segera. Racun tetrodotoxin ini tiada penawarnya, namun bantuan awal terhadap masalah yang dihadapi dapat segera memulihkan mangsa.Rawatan yang tidak khusus seperti tambahan air badan, menggeluarkan sisa makanan yang terdapat didalam perut serta bantuan pernafasan jika terdapat gangguan pernafasan dapat menyelamatkan mangsa.Lazimnya mangsa akan pulih sepenuhnya apabila semua gejala berakhir.

6 Dimana boleh didapati ikan buntal?
Terdapat bebagai jenis ikan buntal diperairan tepi pantai terutamanya dikawasan tropika. Sebahagian besar ikan ini sangat beracun dan sebahagian lagi dikatakan kurang beracun. Badan ikan buntal berbentuk bulat, tidak bersisik, pergerakannya perlahan didalam air dan akan mengembongkan badannya jika terancam. Ikan buntal yang sering ditangkap oleh nelayan Malaysia dinamakan Buntal Pisang. Nelayan atau ahli keluarga yang berpengalaman sahaja dibenarkan menyiang ikan buntal. Proses menyiang ikan buntal melibatkan proses menyiat kulit ikan yang tebal dan liat, mengeluarkan isi perut dan membuang kepala ikan tersebut. Sekiranya secara tidak sengaja isi perut ikan tersebut terpotong, lazimnya mereka akan membuang seluruh ikan tersebut bagi mengelakkan keracunan.Di Malaysia amnya, di Negeri Johor khasnya, sebahagian masyarakat meminati isi ikan buntal yang dikatakan sangat enak. Oleh kerana ada permintaan terhadap isi ikan buntal, maka penjualannya juga berlaku walau pun tidak berleluasa. Ikan buntal dijual dalam keadaan telah di siang tanpa kepala, kulit dan isi perut atau dalam bentuk fillet .

1620 SM, Konon pada waktu teknologi Silver Stone (Zaman Kerajaan Mataram), diselatan pantai jawa terkenal kecantikan seorang gadis yang berinisial NR (Nyi Rorokidul), hal ini membuat para pengagumnya ingin berpartisipasi menyunting gadis NR tersebut, terutama para pejabatnya dilingkungan departemen kerajaan. Hasrat ini muncul di mimpi sang Pejabat Kelautan Mataram yang dengan diam diam menuju pantai selatan……Tolah…toleh..amaan..! (Istrinya sudah minum jamu kecantikan sampai OD).

Kok nasib lagi bagus, gelap-gelap dipinggiran pantai ada yang manggil2…Pak ..nyemplungo Pak, aku disini…wee…suara alus tenaan pikirnya! nggak pakek pakaian diving si pejabat langsung nyemplung ke laut selatan…sudah tak kowaat..!

itu laut diobok-obok mulai dari cilacap sampe banyuwangi, nggak nemuin NR, si Pak Pejabat caapeek dee…! Pas dipantai ada ikan lorek menggelepar-gelepar, timbul rasa nasionalnya untuk membudidayakan ikan lorek tersebut sesuai mandat departemennya.

Ikan lorek yang nggak pernah tau namanya dan imut, rencana akan diberikan kepada Pak Mentri Kelautan Mataram karena langka untuk dilestarikan. sambil jalan…basah kuyup si ikan lorek di tenteng sampai mangap2 (Zaman dulu belum ada tas plastik di mataram, kalaupun ada mesti pakek ngajuin anggaran doeloe)

Sampe rumah istrinya kebangun kaget, ngeliat sang kekasih koloran basah kuyup, lalu nanya Pak kok haree genee basah kuyup sambil nenteng ikan..? NEk MOdar piye…keciian dee Pak Ne…! Iwak opo iku……..sambil mikir……NEMO bu..! (NEk MOdar) …pinter juga bini guwe..gak rugi jadi istrinya pejabat……guwe yang rugi berenang sampe banyuwangi malah nemu iwak NEMO….gak tau die kalau guwe MEh MOdar…..kalau sering ngasih MEMO.

Prosedur Karantina Ikan

November 8, 2009 pukul 9:55 am | Ditulis dalam Kesehatan ikan | 1 Komentar
 

INFORMASI SEPUTAR PROSEDUR KARANTINA IKAN DI INDONESIA

 
I. Dasar Hukum Karantina Ikan
UU Nomor 16 Tahun 1992, tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan
 
II Prosedur Karantina Ikan
 
1 Impor
 
2. Ekspor
  • SK Mentan No.245/Kpts/LB.700/4/1990 tentang Tindakan Karantina Ikan Hidup yang dikeluarkan Dari Wilayah Negara Republik Indonesia;
  • SK Mentan No.470/Kpts/LB.730/8/2001 tentang Perubahan Lampiran SK Mentan No.245/Kpts/730/4/1990 tentang Tindakan Karantina Ikan Hidup yang dikeluarkan dari wilayah Negara Republik Indonesia, Terakhir diubah dengan SK Mentan N0.213/Kpts/I.B.730/4/2001
 
3. Hama dan Penyakit Ikan Karantina
 
III. Organisasi Karantina Ikan

Unit Kerja

Alamat

Pusat Karantina Ikan (Puskari) Jl. MT. Haryono Kav. 52-53
Jakarta Selatan
Telp. (021) 79180303  Ext. 2169 Fax. (021) 79180464
E-mail : puskari@dkp.go.id
Balai Karantina Ikan Soekarno – Hatta Gedung Karantina Pertanian, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng
Telp. (021) 5507932 Fax. (021) 5506738
Wilker KI Adi Sucipto, Yogyakarta Bandara Adi Sucipto,
Yogyakarta, 55282
Telp: (0274) 583632
Wilker KI Adi Sumarmo, Solo Jl. Amarta Gedong Baru Ngabean Kartosuro, Bandara Adi Sumarmo
Po.Box 800 Surakarta
Telp: 0271) 790715 Pesawat 232 Fax: (0271) 780058
Wilker KI Tanjung  Emas, Semarang Jl. Ampena No.4
Semarang 50129
Telp : (024) 541709
Wilker KI Cirebon D/a Stasiun K.T Cirebon
Jl. Maluku 3 Cirebon
Telp : (0231) 202947
Wilker KI Husein Sastranegara, Bandung Jl. Pajajaran No.156
Telp : (022) 6015871
Wilker KI Pel Laut Panjang, Bandar Lampung Jl. Jawa No.5 Pelabuhan Laut Panjang
Bandar Lampung
Telp : (0721) 33439
Wilker KI Tanjung Priok D/a Stasiun K. Hewan Pel Laut Tj Priok
Telp : (021) 491549
Wilker KI Pel Penyeberangan Merak Jl. Raya Pelabuhan ASDP 101,
Merak
Telp :(0254) 570020
Balai Karantina Ikan Hasanuddin, Makassar Jl. Landak Baru No.7
Makassar 90135
Wilker KI Palu Jl. A.R Rahman Saleh No.15
Birobuli-Palu
Wilker KI Luwuk Bangga Jl. Gunung Tompo Tika No.20
Kampung Baru Luwuk Banggai
Wilker KI Ambon Jl. Leo Wattimena
Ambon
Wilker KI Ternate Komp. Bandar Sultan Babullah
Ternate
Stasiun KI Polonia, Medan Jl. Padang Golf Bandara
Polonia Medan 20057
Wilker KI Bandar Blang Bintang, Banda Aceh Jl. Cendana Utama No.7
Jeulingke,Banda Aceh 23114 Telp : (0651) 53705
Wilker KI Teluk Nibung Pel Laut Nibung, Tanjung Balai (A) Sumatera Utara
Telp : (0623) 95004
Stasiun KI Sultan Mahmud Badaruddin II Jl. Adi Sucipta Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II,
Palembang 30155
Wilker KI ST. Thaha Jl. Garuda I Talang Bakung
Jambi 36139
Telp : (0741) 25474
Wilker KI Buluh Tumbang D/a Pos K Tumbuhan
Jl. Kapten Wiratmo
Pel Laut Tanjung Pandan 33171
Telp : (0719) 21054
Wilker KI Pangkal Pinang Jl. Koba Bandara Depati Amir
Pangkal Pinang
Telp : (0717) 434756
Wilker KI Bengkulu Jl. Ir. Rustandi Sugianto Km.13,8
Kandang- Bengkulu
Telp : (0736) 53017
Stasiun KI Juanda, Surabaya Jl. Pagesangan II/58A,
Jambangan- Surabaya Jawa Timur
Telp : (031) 8286357
Wilker KI Pel Laut Tanjung Perak Jl. Kalimas Baru No.86 Tanjung Perak
Surabaya 60000 Jawa Timur
Wilker KI Pel Ferry Ketapang-Banyuwangi Jl. Gatot Subroto, Ketapang
Banyuwangi 60000 – Jawa timur
Stasiun KI Ngurah-rai Jl. I Gusti Ngurah-rai-Tuban
Denpasar 80362
Telp : (0361) 756951
Wilker KI Benoa Jl. Ikan Tuna Raya Timur,
Benoa-Bali
Telp : (0361) 724396
Wilker KI Gilimanuk Jl. Pel Penyeberangan Gilimanuk, Jembrana
B A L I
Stasiun KI Selaparang, Mataram Jl. Balai Kota No.4
Kendari 24848
Wilker KI Bandara El Tari, Kupang Jl. Adi Sucipto,
Bandara Selaparang, Mataram 83124
Wilker Bandara M Salahuddin Bima Jl. St Salahuddin,
Polibelo, Bima – NTB 84173
Wilker KI Pel Laut Lembar Jl. Raya Pel Laut Lembar
Lombok Barat
Stasiun KI Sepinggan Jl. Marsma Iswahyudi,
Balikpapan 76115
Telp : (0542) 876348
Wilker KI Syamsuddin Noor, Banjarmasin D/a Bandara Syamsuddin Noor,
Banjar Baru 70724
Telp :(0511) 705720
Wilker KI Tjilik Riwut, Palangkaraya D/a Bandara Tjilik Riwut,
Palangkaraya
Wilker KI Juata, Tarakan D/a Bandara Juata,
Tarakan
Wilker KI Nunukan, Nunukan D/a Pel Laut Nunukan
Stasiun KI Sentani, Jayapura Jl. Komp Bandara Udara Sentani Po.Box 234,
Jayapura 99352, Papua
Telp : (0967) 592203
Wilker KI Bandara Frans Kaisiepo, Biak Jl. Prof Muh Yamin No.73,
Biak 98111
Wilker KI Bandara Jefman, Sorong Jl. Ahmad Yani No.2
Sorong
Wilker KI Bandara Mopah, Merauke Jl. Peternakan Mopah Lama Po.Box 263,
Merauke
Wilker KI Bandara Timika Jl. Yos Sudarso,
Timika 98663
Wilker KI Manokwari Jl. Banjarmasin No.3 Manokwari
Pos KI Sultan Syarif Kasim II Pekan Baru Jl. Gedung Gedung Terminal Sultan Syarif Kasim II,
Pekan Baru 28284
Telp : (0761) 674626
Wilker KI Tanjung Pinang D/a Pos K.Tumbuhan Pinang
Jl. Samudera
Tanjung Pinang 2911
Telp : (0771) 21928
Wilker KI Pel Laut Bengkalis Jl. Lembaga 459A
Bengkalis 28711
Telp : (0766) 23104
Wilker KI Pel Laut Selat Panjang Jl. Terminal Tanjung Harapan
Selat Panjang 28753
Telp :(0763) 32445
Wilker KI Pel Dumai Jl. Datuk Laksamana
Telp : (0765) 438906
Wilker KI Pel Laut Pulau Bulan Jl. RE Martadinata No.16
Telp : (0778) 322120, 322835
Pos KI Tabing, Padang Jl. Prof Dr. Hamka
Gedung Terminal Bandara Tabing
Padang 25171
Telp : (0751) 674626
Wilker KI Teluk Bayur D/a Terminal Nontongga
Jl. Tanjung Priok Teluk Bayur
Wilker KI Bungus D/a Kantor Perhubungan Pel Penyeberangan Bungus Padang
Wilker KI Pos Besar D/a Bagindo Aziz Chan
Padang
Pos KI Supadio, Pontianak Bandara Supadio Pontianak 78391
Wilker KI Pel Laut Pontianak Jl. Pel Laut Pontianak
Pontianak
Wilker KI PPLB Entikong Jl. PPLB Entikong
Pos KI Samratulangi, Menado Jl. Bandara Samratulangi
Menado 95258
Wilker KI Bitung Komp. Pel Laut Bitung Jl. Ir. Soekarno No. 23 Bitung Telp : (0438) 34386
Wilker KI Gorontalo Komp. Pel Laut Gorontalo Jl. Mayor Dullah No.200
Wilker KI Menado Jl. Komp. Pel Laut Menado
Menado
Pos KI Wolter Monginsidi, Kendari Jl. Balai Kota No.4,
Kendari 24848
Wilker KI Kolaka Jl. Banteng No.76 Komp. Pelabuhan
Kolaka
Wilker KI Pel Laut Kendari Jl. Jenderal Sudirman No.76,
Kendari
Wilker KI Bau-Bau, Buton Jl. Yos Sudarso No.7,Komp. Murhun
Bau-Bau

Sumber: Depertemen Kelautan dan Perikanan, RI.

INFO PENYULUH PERIKANAN

November 8, 2009 pukul 9:46 am | Ditulis dalam MANAJEMEN AKUAKULTUR | Tinggalkan komentar

DASAR-DASAR PENYULUHAN PERIKANAN

Sumber: Pusat Pengembangan Penyuluhan Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan

PENGERTIAN PENYULUHAN

Penyuluhan dalam arti umum adalah ilmu sosial yang mempelajari sistem dan proses perubahan pada individu serta masyarakat agar dapat terwujud perubahan yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan. Penyuluhan, dapat diartikan sebagai suatu sistem pendidikan yang bersifat non formal bagi pelaku utama dan/atau pelaku usaha beserta keluarganya

Penyuluhan perikanan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka tahu, mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi, pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup;

TUJUAN PENYELENGGARAAN  PENYULUHAN PERIKANAN

  1. Memperkuat pengembangan kelautan dan perikanan, yang maju dan modern dalam sistem pembangunan yang berkelanjutan
  2. Memberdayakan pelaku utama dan pelaku usaha dalam peningkatan kemampuan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, penumbuhan motivasi, pengembangan potensi, pemberian peluang, peningkatan kesadaran, dan pendampingan serta fasilitasi;
  3. Memberikan kepastian bagi terselenggaranya penyuluhan yang produktif, efektif, efisien, terdesentralisasi, partisipatif, terbuka, berswadaya, bermitra sejajar, kesetaraan gender, berwawasan luas ke depan, berwawasan lingkungan, dan bertanggung gugat yang dapat menjamin terlaksananya pembangunan kelautan dan perikanan
  4. Memberikan perlindungan, keadilan, dan kepastian hukum bagi pelaku utama dan pelaku usaha untuk mendapatkan pelayanan penyuluhan serta bagi penyuluh dalam melaksanakan penyuluhan; dan
  5. Mengembangkan sumber daya manusia, yang maju dan sejahtera, sebagai pelaku dan sasaran utama pembangunan kelautan dan  perikanan

PELAKU UTAMA KEGIATAN PENYULUHAN PERIKANAN

Nelayan, pembudi daya ikan, dan pengolah ikan beserta keluarga intinya

Pelaku usaha  adalah perorangan warganegara Indonesia  atau  korporasi yang dibentuk menurut hukum Indonesia yang mengelola usaha perikanan

Kelembagaan nelayan, pembudi daya ikan, pengolah  ikan ( pelaku utama ) adalah lembaga yang  ditumbuhkembangkan dari, oleh, dan untuk pelaku utama.

Penyuluh pegawai negeri sipil adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi lingkup kelautan dan perikanan,  untuk melakukan kegiatan penyuluhan.

Penyuluh swasta adalah penyuluh yang berasal dari dunia usaha dan/atau lembaga yang mempunyai kompetensi di bidang penyuluhan.

Penyuluh swadaya adalah pelaku utama yang berhasil dalam usahanya dan warga masyarakat lainnya yang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh.

PENYULUH NON FUNGSIONAL.

Pegawai negeri sipil bukan pejabat penyuluh fungsional yang ditetapkan  oleh pejabat yang berwenang untuk  melaksanakan tugas penyuluhan perikanan

PENYULUH TENAGA KONTRAK.

Tenaga profesional yang diberi tugas dan  wewenang untuk melaksanakan tugas  penyuluhan perikanan dlm suatu ikatan kerja selama jangka waktu tertentu

PENYULUH KEHORMATAN.

Seseorang yang bukan petugas penyuluh perikanan yang karena jasanya diberi penghargaan sebagai Penyuluh Kehormatan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan berdasarkan rekomendasi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Wakil Masyarakat.

Rekomendasi adalah pemberian persetujuan terhadap teknologi  yang akan digunakan sebagai materi penyuluhan.

Materi penyuluhan adalah bahan  penyuluhan dalam  berbagai bentuk yang  meliputi informasi teknologi, rekayasa sosial, manajemen ekonomi, hukum, dan kelestarian lingkungan.

Programa  penyuluhan  adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian  tujuan penyuluhan.

Kelembagaan penyuluhan   adalah lembaga pemerintah dan/atau masyarakat yang mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan penyuluhan.

ASAS PENYULUHAN

  • manfaat
  • kesetaraan
  • keterpaduan
  • keseimbangan
  • keterbukaan
  • kerja sama
  • Partisipatif
  • Kemitraan
  • Berkelanjutan

LUARAN PENYELENGGARAAN PENYULUHAN

1.Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan kelautan dan perikanan wilayah

2. Meningkatnya kemampuan pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengembangkan usaha dan bisnis perikanan

3. Meningkatnya kemampuan pelaku utama dan pelaku usaha dalam akses kepada kelembagaan inovasi dan kelembagaan ekonomi

4. Diterapkannya inovasi teknologi secara efisien dan menguntungkan

5. Terselenggaranya proses penyuluhan yang didasar kan pada azas efisien dan efektif  melalui pendekatan partisipatif

Dampak yang diharapkan

ü  Tumbuh dan berkembangannya kelembagaan bisnis perikanan dlm mendukung diversifikasi usaha atas kemampuan sendiri ( kemandirian progresif )

ü  Pelaku utama dan pelaku usaha mampu menyesuaikan dan menjamin kualitas (mutu) produk perikanan yang dipasarkan

ü  Pelaku utama dan pelaku usaha mampu mengadopsi teknologi paling mutakhir pada seluruh fungsi usaha bisnis perikanan

ü  Tumbuhnya tokoh-tokoh pembaharu bisnis perikanan setempat yang mampu mendorong kerjasama antar pelaku  bisnis dari segmen yang berbeda.

ü  Tumbuh dan berkembangnya model model penyuluhan partisipatif.

Karakteristik Sistem Penyuluhan Perikanan

1. Sistem yang digerakkan oleh  kepemimpinan pelaku utama dan pelaku usaha

2. Sistem yang bertumpu pada kekuatan kerja  sama

3, Sistem yang bertumpu pada otonomi daerah

4. Keterpaduan program berwawasan bisnis perikanan dan kelestarian lingkungan

5. Sistem yang diwadahi oleh kekuatan  kelembagaan

6. Sistem yang dilayani oleh kesatuan korps  penyuluh perikanan

7. Sistem yang didukung oleh profesionalism  penyuluh perikanan

FALSAFAH PENYULUHAN KP

Perubahan yang diharapkan terjadi dlm pembelajaran melalui kegiatan penyuluhan :

Pengetahuan, baik jenis maupun jumlahnya

2. Keterampilan dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan keperluannya

3. Kecakapan dalam  berfikir untuk menyelesaikan  masalah yang dihadapi dalam kesehariannya

4. Sikap, yaitu kecenderungan untuk :

     a. Tidak berprasangka terhdp hal hal yg blm dikenal

     b. Mencoba sesuatu yang baru

     c. Mau bekerjasama dalam  penyelesaian masalah   ( berorganisasi/berkelompok)

     d. Menimbulkan sikap swadaya dan swadana

     e. Mau melestarikan/menjaga lingkungan

Kondisi pelaku utama yang harus dipahami Untuk keberhasilan pembelajaran :

  1. Pelaku utama sibuk  karena ada kegiatan yg harus dikerjakan dalam rangka mencari nafkah keluarga
  1. Pelaku utama mempunyai fikiran, padangan, keinginan dan kebiasaan yang dipengaruhi lingkungan sehari hari
  1. Perubahan apapun yg terjadi ,akan berdampak  langsung terhadap  penghidupan dan kehidupannya
  1. Pelaku utama sudah mempunyai sikap , pengetahuan dan keterampilan tertentu yang dapat berakibat 

      kesulitan dalam menggerakkan terjadinya perubahan  prilaku

  1. Umumnya pelaku utama mau belajar karena ingin mencapai  keberhasilan yang lebih baik

Hal hal yang harus diperhatikan penyuluh dalam proses pembelajaran :

  1. TIDAK MENGGURUI
  2. TIDAK MENJADI “ AKHLI “
  3. TIDAK MEMUTUS PEMBICARAAN
  4. TIDAK BERDEBAT

TIDAK DISKRIMINATIF

Prinsip Pembelajaran:

1. Ada dorongan atau motivasi untuk belajar

2. Sesuai dengan keperluan/kebutuhan/ masalah yg dihadapi

3. Mudah dicerna

4. Melibatkan peserta secara aktif dalam pembelajaran ( partisipatif )

5. Ada kesempatan mencoba dan mempraktekkan

6. Membuat situasi percaya penuh kepada penyuluh

7. Ada perubahan yang positif setelah proses pembelajaran

HAL UTAMA DILAKUKAN DALAM PENYELENGGARAAN PENYULUHAN

1.Mewujudkan sistem penyuluhan perikanan yang menjamin terselenggaranya penyuluhan perikanan secara produktif, efektif dan efisien, dinamis dan profesional

2. Mengembangkan model model penyuluhan perikanan partisipatif untuk membangun kemampuan pelaku utama dan pelaku usaha yang mandiri dan mampu menolong dirinya sendiri.

3. Menjadikan penyuluh perikanan sebagai konsultan serta mitra sejati pelaku utama dan pelaku usaha dalam pendampingan pengembangan kemampuan berusaha bisnis perikanan dalam rangka peningkatan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah, peningkatan daya saing yang akhirnya akan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Memfasilitasi proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha;

5.   Mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi, dan sumber daya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya;

6.   Meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha;

7.   Membantu pelaku utama dan pelaku usaha dalam menumbuhkembangkan organisasinya menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola berusaha yang baik, dan berkelanjutan;

TUGAS POKOK PENYULUH PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN

a. Melakukan kegiatan persiapan penyuluhan pertanian,perikanan dan kehutanan.

 b. Melaksanaan penyuluhan , evaluasi dan pelaporan serta pengembangan penyuluhan
FUNGSI PENYULUH PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN
a. Memfasilitasi Proses Pembelajaran Pelaku Utama Dan Pelaku Usaha;
b. Mengupayakan Kemudahan Akses Pelaku Utama Dan Pelaku Usaha Ke Sumber Informasi, Teknologi, Dan Sumber Daya Lainnya Agar Mereka Dapat Mengembangkan Usahanya;

c. Meningkatkan Kemampuan Kepemimpinan, Manajerial, Dan Kewirausahaan Pelaku Utama Dan Pelaku Usaha;
d. Membantu Pelaku Utama Dan Pelaku Usaha Dalam Menumbuhkembangkan Organisasinya Menjadi Organisasi
e. Ekonomi Yang Berdaya Saing Tinggi, Produktif, Menerapkan Tata Kelola Berusaha Yang Baik, Dan Berkelanjutan; Membantu Menganalisis Dan Memecahkan Masalah Serta Merespon Peluang Dan Tantangan Yang Dihadapi Pelaku Utama Dan Pelaku Usaha Dalam Mengelola Usaha;
f. Menumbuhkan Kesadaran Pelaku Utama Dan Pelaku Usaha Terhadap Kelestarian Fungsi Lingkungan; Dan
g. Melembagakan Nilai -Nilai Budaya Pembangunan Pertanian Yang Maju Dan Modern Bagi Pelaku Utama Secara Berkelanjutan.

Materi Penyuluhan Link Berikut

MATERI PENYULUHAN
Berisi
presentasi power point :
1. Indikator Kinerja dan pelaporan Penyuluh Perikanan
2. Konsepsi Minapolitan
3. Pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Perikanan
4. Dasar-dasar Penyuluhan Perikanan
5. Komunikasi yg efektif
6. Media Penyuluhan Perikanan

Unduh disini

ATERI PENYULUHAN 2

Berisi Presentasi Power Point :
1. Presentasi Power Point :
2. Dinamika Kelompok
3. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
4. Penyusunan Programa Penyuluhan
5. Peran Penyuluh Perikanan

Untuk mengunduh KLIK DISINI



Programa Penyuluh Perikanan

November 8, 2009 pukul 9:41 am | Ditulis dalam pakan alami | 3 Komentar
Tag:

Teknik Penyusunan Programa Penyuluhan

Menurut Undang Undang nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Programa Penyuluhan Pertanian adalah adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan araMenurut Undang Undang nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Programa Penyuluhan Pertanian adalah adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Selanjutnya dalam Bab VII dari undang undang tersebut mulai pasal 23 dijelaskan bahwa programa penyuluhan dimaksudkan untuk memberikan arah, pedoman, dan alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan.

Programa penyuluhan terdiri atas programa penyuluhan desa/kelurahan atau unit kerja lapangan, programa penyuluhan kecamatan, programa penyuluhan kabupaten/kota, programa penyuluhan provinsi, dan programa penyuluhan nasional. Programa penyuluhan disusun dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan.

Programa penyuluhan disahkan oleh Kepala Balai Penyuluhan, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten/Kota, Ketua Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi, atau Kepala Badan Penyuluhan sesuai dengan tingkat administrasi pemerintahan.

Programa penyuluhan desa/kelurahan diketahui oleh kepala desa/kelurahan. Programa penyuluhan disusun setiap tahun yang memuat rencana penyuluhan tahun berikutnya dengan memperhatikan siklus anggaran masing-masing tingkatan mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya sebagai dasar pelaksanaan penyuluhan. Programa penyuluhan harus terukur, realistis, bermanfaat, dan dapat dilaksanakan serta dilakukan secara partisipatif, terpadu, transparan, demokratis, dan bertanggung gugat.

Ketentuan mengenai pedoman penyusunan programa penyuluhan diatur dengan peraturan menteri. Penyuluh menyusun dan melaksanakan rencana kerja tahunan berdasarkan programa penyuluhan. Penyuluhan dilaksanakan dengan berpedoman pada programa penyuluhan. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui mekanisme kerja dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi pelaku utama dan pelaku usaha. Ketentuan lebih lanjut mengenai mekanisme kerja dan metode penyuluhan ditetapkan dengan peraturan menteri, gubernur, atau bupati/walikota.

Ada 3 hal yang mendasari penyusunan programa penyuluhan pertanian, yaitu :

1. Perencanaan program pembangunan pertanian

2. Potensi wilayah terhadap bidang pertanian

3. Aspirasi Petani

Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian menuntut terjadinya dinamika proses untuk memadukan ketiga unsur tersebut diatas.

A. Perencanaan program pembangunan pertanian
Perencanaan program pembangunan pertanian pada dasarnya merupakan perencanaan pembangunan pertanian yang dilakukan secara resmi oleh pemerintah. Untuk tingkat daerah, dokumen perencanaan tersebut dibuat oleh Bappeda Kabupaten/Kota, begitu juga dengan Provinsi yakni oleh Bappeda Provinsi, serta Bappenas untuk penyusunan doumen perencanaan pada tingkat nasional.
Disamping aspek teknis, ada aspek-aspek non teknis yang mendasari perencanaan pembangunan pemerintah. Penyuluhan pertanian dalam hal ini harus mendukung suksesnya program pembangunan pertanian mengingat penyuluh pertanian pada dasarnya adalah aparatur pemerintah yang berkewajiban mensukseskan setiap program pemerintah.
Adanya program ini didasarkan adanya suatu masalah yang dijumpai di wilayah tersebut. Program tersbeut akan mencoba menjawab masalah wilayah tersebut.
Disamping itu, program pembangunan yang dicanangkan pemerintah pasti disertai berbagai dukungan fasilitas, mulai dari sumber dana, metode terstandar, material, yang kesemuanya akan memudahkan kerja penyuluhan pertanian.

B. Potensi wilayah terhadap bidang pertanian
Potensi wilayah merupakan kondisi agroklimat yang meliputi, iklim, ketersediaan air dan kesuburan tanah, yang mendukung dalam usaha pertanian. Potensi wilayah perlu dikembangkan sebagai salah satu sasaran programa penyuluhan pertanian karena berisi data-data kecocokan agroklimat dengan potensi pertanian di suatu wilayah. Potensi lahan diharapkan dapat menampung program-program penyuluhan pertanian tentang komoditas-komoditas yang cocok dibudidayakan di wilayah tersebut.
Penyusunan programa pertanian dengan berpedoman pada potensi wilayah tentu saja diprioritaskan pada komoditas pertanian yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat tani. Walaupun demikian, dari metode ini diharapkan dapat ditemukan komoditas potensial suatu wilayah yang belum diupayakan oleh petani tetapi memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan, utamanya dari aspek teknis, aspek ekonomi dan aspek sosial. Disamping itu, analisis potensi wilayah ini juga dapat dipergunakan untuk mengetahui komoditas pertanian yang sudah terlanjur dibudidayakan oleh masyaArakat tetapi tidak memiliki kecocokan agroklimat dengan wilayah tersebut.

C. Aspirasi Petani
Aspirasi petani menjadi hal baru yang terus dikembangkan pada programa penyuluhan pertanian partisipatif. Aspirasi petani dikembangkan guna mendapatkan masalah-masalah nyata petani dalam mengusahakan usaha taninya. Metode pengembangan aspirasi petani yang sedang dikembangkan adalah kajian participatory rural appraisal (PRA) guna mendapatkangambaran nyata tentang keadaan wilayah, kehidupan, kebiasaan, kecenderungan, kebutuhan, aspirasi, potensi dan masalah-masalah nyata

Sumber ; http://paknewulan.wordpress.com/2009/05/14/teknik-penyusunan-programa-penyuluhan/

Artilel ;

Penyusunan Programa Penyuluhan

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | Tema Pool.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.206 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: